logo alinea.id logo alinea.id

Cegah penyebaran hoaks, forward pesan WhatsApp dibatasi lima kali

WhatsApp membatasi kemampuan meneruskan pesan atau forward hanya lima kali untuk satu pesan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 21 Jan 2019 17:30 WIB
Cegah penyebaran hoaks, forward pesan WhatsApp dibatasi lima kali

WhatsApp membatasi kemampuan meneruskan pesan atau forward hanya lima kali untuk satu pesan. Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Fitur meneruskan pesan akan diseragamkan menjadi lima untuk Indonesia dan global," kata Victoria di Jakarta, Senin (21/2)

Victoria mengatakan keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

WhatsApp menyebut 90% pesan yang beredar di platform tersebut merupakan pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan-pesan yang lain. Dengan pembatasan forward tersebut, jika ada perilaku yang mencurigakan, pesan tersebut dapat dilacak ke lima pesan sebelumnya.

WhatsApp tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-end yang disematkan di sistem mereka hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan untuk membaca isi pesan tersebut.

Tapi, WhatsApp bisa mendeteksi perilaku berkirim pesan jika terdapat aktivitas yang tidak wajar, misalnya meneruskan pesan ke banyak orang sekaligus.

"Mempersulit orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk meneruskan pesan," kata Grand.

Turun hingga 25%

Sponsored

WhatsApp selama beberapa bulan belakangan ini memberi label pada pesan yang diteruskan. Setiap pesan yang diteruskan akan diberi label "forwarded" di bagian atas. Secara global, setiap pesan dibatasi hanya dapat diteruskan sebanyak 20 kali.

Hanya India yang diberi batasan meneruskan pesan lima kali, setelah kasus kekerasan yang berujung pada kematian meruak akibat penyebaran hoaks yang berpangkal dari pesan di WhatsApp.

Dari data Whatssap, sejak fitur ini diluncurkan, perilaku meneruskan pesan secara global turun hingga 25%.

Kepala Urusan Publik WhatsApp, Carl Woog, menyatakan pembaruan di WhatsApp digulirkan mulai pekan ini untuk perangkat Android dan iOS.

"Mungkin hari ini berlaku," kata Woog di acara yang sama.  (Ant)