sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cemas, bintang basket wanita mundur dari Olimpiade

Masalah kesehatan atlet biasanya menyangkut cidera dan penyakit. Namun, isu kesehatan mental juga sebuah cidera.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 17 Jul 2021 19:01 WIB
Cemas, bintang basket wanita mundur dari Olimpiade

Bintang WNBA Liz Cambage memutuskan menarik diri dari tim Olimpiade Australia. Ia merasa memiliki masalah kesehatan mental. Sudah berhari-hari ia menderita kecemasan. Sulit tidur dan sulit makan.

Atlet Olimpiade dua kali itu khawatir tentang kehidupan di dalam apa yang disebut 'gelembung' di Olimpiade Tokyo, yang dimulai minggu depan di mana ibu kota Jepang itu dalam keadaan darurat karena meningkatnya kasus COVID-19.

“Hati saya hancur untuk mengumumkan bahwa saya mundur dari Olimpiade,” kata Cambage, “tetapi saya pikir itu yang terbaik untuk Opal (julukan tim bola basket wanita Australia) dan saya sendiri.”

Absennya center yang kuat dan pencetak poin yang produktif ini merupakan kemunduran besar bagi kampanye Australia meraih medali di Tokyo.

Cambage menjadi berita utama setelah melakukan dunk di Olimpiade London saat meraih medali perunggu pada 2012. Dia termasuk di antara pemain terkemuka di turnamen Olimpiade empat tahun kemudian meskipun Australia finis di tempat kelima.

Center Las Vegas Aces yang berusia 29 tahun mengatakan selama sebulan terakhir dia mengalami serangan panik, tidak tidur dan tidak makan.

“Mengandalkan pengobatan setiap hari untuk mengendalikan kecemasan saya bukanlah tempat yang saya inginkan saat ini,” katanya dalam pernyataan itu. "Terutama dalam menyongsong kompetisi di panggung olahraga terbesar di dunia."

Olimpiade Tokyo, yang sudah tertunda 12 bulan karena pandemi COVID-19, akan dimulai pada 23 Juli. Opal memainkan pertandingan pertama mereka empat hari kemudian.

Sponsored

Atlet tidak akan diizinkan meninggalkan desa Olimpiade atau tempat kompetisi dan pelatihan. Mereka juga didorong untuk meninggalkan Jepang sesegera mungkin setelah event. Kehadiran fans juga telah dilarang di sebagian besar stadion.

Cambage, yang telah bersama tim Australia di Las Vegas selama seminggu terakhir untuk pertandingan pemanasan, mengatakan dia perlu menjaga diri secara mental dan fisik.

Dia ada saat tim WNBA All-Star melawan tim Olimpiade AS pada hari Rabu, tetapi tidak bermain dalam kemenangan 93-85 timnya. Timnya mengalahkan Amerika dalam pertandingan eksibisi pada Jumat dengan skor 70-67.

Pelatih Sandy Brondello mengatakan tim mendukung keputusan Cambage.

“Kesehatan mental adalah masalah nyata. Untuk saat ini dia tidak akan bersama kami, kami fokus pada masa depan dan bukan masa lalu," kata Brondello.

Brondello mengatakan tim sedang mencari cara untuk menggantikan Cambage di daftar. “Mudah-mudahan bisa sampai 12. Ada di tangan IOC,” ujarnya. “Biasanya mereka bilang cedera fisik atau COVID. Kesehatan mental juga merupakan cedera. Tidak bisa membiarkan hal-hal yang di luar kendali kita membuat kita khawatir. ”

Cambage bukanlah atlet Australia pertama yang mengundurkan diri dari Olimpiade Tokyo karena kekhawatiran atas pembatasan tersebut. Pemain tenis Nick Kyrgios menarik diri awal pekan ini dengan alasan kekhawatiran tentang kesehatannya, pandemi, dan fakta bahwa tidak ada penggemar yang diizinkan masuk ke stadion.

Cambage mengatakan siapa pun yang mengenalnya tahu "salah satu impian terbesar saya adalah memenangkan medali emas Olimpiade dengan Opal."

“Setiap atlet yang berlaga di Olimpiade harus berada pada puncak mental dan fisiknya, dan saat ini, saya masih jauh dari apa yang saya inginkan dan butuhkan,” katanya. “Bukan rahasia lagi bahwa di masa lalu saya telah berjuang dengan kesehatan mental saya dan baru-baru ini saya benar-benar khawatir tentang gelembung (pembatasan) di Olimpiade. (Sumber: Huffpost)

Berita Lainnya