logo alinea.id logo alinea.id

Danau Toba rusak parah

Danau Toba yang merupakan danau vulkanis terbesar di dunia yang terletak di Sumatra Utara saat ini telah rusak parah.

Soraya Novika Selasa, 20 Nov 2018 01:44 WIB
Danau Toba rusak parah

Danau Toba yang merupakan danau vulkanis terbesar di dunia yang terletak di Sumatra Utara saat ini telah rusak parah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan telah terjadi kerusakan parah yang melanda Danau Toba di Sumut. 

Indikator kerusakan terjadi lantaran kadar oksigen yang tersisa hingga kedalaman 50 meter dari permukaan danau. Selebihnya, oksigen tak lagi ada hingga dasar danau yang diperkirakan mencapai 1.600 meter.

Sejumlah faktor membuat kualitas air danau tercemar. Salah satunya adalah keberadaan keramba jaring yang terapung di Danau Toba.

Menteri yang berasal dari Sumut itu mengimbau agar keberadaan keramba tersebut harus dihilangkan. "Tidak sehat sebetulnya itu harus dibersihkan, harus dibuang," ujarnya di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (20/11).

Tidak hanya keramba, keberadaan peternakan babi dan hotel maupun penginapan di sekitar danau juga dinilai turut memengaruhi kualitas air danau.

"Ini mesti dicari solusinya, karena kalau tidak, danau itu bisa habis dan tujuan pariwisata tak tercapai," kata Luhut.

Selain itu, sambungnya, penebangan hutan di sekitar kawasan Danau Toba juga tak luput dari pertimbangan. Baginya, pohon yang ditebang harus kembali ditanami.

Sponsored

Presiden, kata Luhut, secara khusus telah memberikan instruksi untuk pengambilan langkah demi mengurangi dampak negatif tersebut. "Itu kan tujuan wisata, kalau tujuan wisata lingkungannya tidak bagus, siapa yang mau datang?" tutupnya.

Perwakilan Bank Dunia (World Bank) mendatangi Luhut Pandjaitan pada Senin (19/11) yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves.

Adapun kunjungan Rodrigo tersebut adalah untuk bertemu Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas 'masterplan' dan pendanaan pembangunan kawasan pariwisata Danau Toba.

Pertemuan tersebut diketahui sebagai tindak lanuut dari target pemerintah terkait pengembangan 10 destinasi pariwisata baru Indonesia atau yang dikenal Bali Baru, yang salah satunya adalah Danau Toba.