logo alinea.id logo alinea.id

Facebook tutup ratusan akun penyebar hoaks

Facebook menutup akun di Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Sabtu, 05 Okt 2019 13:30 WIB
Facebook tutup ratusan akun penyebar hoaks

Facebook menghapus beberapa halaman, grup, dan akun yang terlibat dalam perilaku tidak autentik terkoordinasi di Facebook dan Instagram. Layanan jejaring sosial asal Amerika Serikat ini menemukan tiga operasi secara terpisah.

Salah satunya adalah penghapusan akun di Indonesia terkait hoaks di Papua. Sementara itu, yang lainnya adalah berasal dari Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria.

Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook Nathaniel Gleicher mengumumkan kebijakan tersebut dalam laman https://newsroom.fb.com, Jumat (4/10).

"Tiga kampanye yang kami hapus ini tidak terhubung, tetapi keduanya menciptakan jaringan akun untuk menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan," ujar Gleicher dikutip dalam laman tersebut, Sabtu (5/10).

Gleicher juga menyebutkan bahwa Facebook telah berbagi informasi tentang temuan tersebut dengan mitra industrinya.

"Kami terus berupaya mendeteksi dan menghentikan jenis aktivitas ini karena kami tidak ingin layanan kami digunakan untuk memanipulasi orang. Kami mencatat pages, grup, dan akun ini berdasarkan perilaku mereka, bukan konten yang mereka posting," katanya.

Untuk temuan di Indonesia, Facebook menghapus 69 akun Facebook, 42 page, dan 34 akun Instagram yang terlibat dalam perilaku tidak autentik terkoordinasi.

Orang-orang di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola halaman, menyebarkan konten mereka, dan mengarahkan orang ke situs di luar platform.

Sponsored

"Mereka terutama mem-posting dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tentang Papua Barat. Beberapa halaman berbagi konten untuk mendukung gerakan kemerdekaan," ucap Gleicher.

Sementara itu yang lain mem-posting kritik terhadap pemerintah. Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan Facebook menemukan tautan ke perusahaan media Indonesia InsightID.

Sedangkan, temuan di UEA, Mesir, dan Nigeria, Facebook telah menghapus 211 akun Facebook, 107 halaman, 43 grup, dan 87 akun Instagram lantaran terlibat dalam perilaku sejenis.

Ada serangkaian kegiatan, masing-masing dilokalisasi untuk negara atau wilayah tertentu. "Orang-orang di balik jaringan ini menggunakan akun palsu. Beberapa di antaranya telah dinonaktifkan oleh sistem otomatis kami," ujarnya.

Mereka mengelola halaman seperti, mengubah nama dari waktu ke waktu, berbagi berita lokal di negara-negara yang ditargetkan, dan mempromosikan konten tentang UEA.

Misalnya, beberapa konten pada topik termasuk pemilihan dan kandidat, aktivitas UEA di Yaman, astronot Emirati pertama, kritik terhadap Qatar, Turki dan Iran, perjanjian nuklir Iran, dan kritik terhadap Ikhwanul Muslimin.

"Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan kami menemukan hubungan dengan tiga perusahaan pemasaran - Charles Communications di UEA, MintReach di Nigeria dan Flexell di Mesir," kata Gleicher.

Selanjutnya, Facebook menghapus 163 akun Facebook, 51 Halaman, 33 Grup, dan 4 akun Instagram yang terlibat dalam perilaku tidak autentik terkoordinasi.