logo alinea.id logo alinea.id

Fast and Furious Presents Hobbs & Shaw: Menjelma ajang baku tembak

Film Fast and furious yang miskin kebut-kebutan di arena balap.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Minggu, 11 Agst 2019 05:23 WIB
Fast and Furious Presents Hobbs & Shaw: Menjelma ajang baku tembak

Sulit mengatakan Fast and Furious Present: Hobbs & Shaw sebagai film seri dari Fast Furious sebelumnya. Pasalnya, film berdurasi 2 jam 15 menit ini tak banyak menampilkan aksi kebut-kebutan kendaraan roda empat yang super cepat di jalanan. 

Meski menampilkan dua aktor yang sama seperti pada film Fast & Furious 7 yang tayang 2015, yaitu Jason Statham dan Dwayne Johnson, namun nyatanya film ini miskin adegan di arena balap. Film ini justru menjelma menjadi ajang tembak-tembakan.

Film yang disutradarai oleh David Leitch ini dibuka dengan aksi Hattie Shaw yang diperankan oleh Vanessa Kirby. Adik pemeran utama Deckard Shaw (Jason Statham) itu merupakan agen mata-mata MI6 Inggris, yang memiliki misi mengamankan virus berbahaya bernama Snowflake ciptaan organisasi Etheon. 

Virus ini dapat melumat organ tubuh manusia dalam hitungan jam. Karena sangat berbahaya, senjata pemusnah massal ini pun disebut-sebut bisa mengancam peradaban umat manusia. 

Misi mengamankan virus mematikan itu awalnya berjalan mulus. Hingga kemudian datang Brixton yang diperankan oleh Idris Elba. Ia mengacaukan rencana pasukan MI6. Mempunyai kekuatan super dahsyat, Brixton kemudian berhasil melumpuhkan para agen rahasia asal Inggris tersebut, hingga pada akhirnya hanya menyisakan Hattie Shaw seorang.

Oleh Brixton, Hattie dituduh membelot dari Inggris. Hattie juga difitnah oleh Brixton telah membunuh rekan-rekan setimnya. Tak cukup sampai di situ, setelah dituduh membunuh rekannya, Hattie dituding mencuri virus mematikan Snowflake tersebut.

Mendapat informasi itu, pihak CIA yang merupakan sekutu Inggris tak tinggal diam. Badan intelijen asal Amerika Serikat itu turun tangan dengan menerjunkan tim. CIA meminta Luke Hobbs (Dwayne Johnson) untuk menyelidikinya. Hobbs pun diminta bekerja sama dengan Deckard Shaw (Jason Statham) untuk menuntaskan masalah tersebut.

Meski di awal keduanya saling tidak menyukai satu sama lain, pada akhirnya Hobbs dan Shaw terpaksa bekerja sama untuk menyelesaikan misi mengamankan virus mematikan yang mengancam kehidupan manusia seluruh dunia itu. 

Sponsored

Dalam melaksanakan tugas, keduanya kerap saling ejek. Meski demikian, keduanya tetap kompak. Selain menyelesaikan misi mengamankan virus, keduanya juga berniat menyelamatkan Hattie yang mengetahui keberadaan virus tersebut.

Dalam misinya, Hobbs dan Shaw akan berhadapan dengan Brixton yang merupakan manusia setengah robot. Brixton merupakan lawan yang sulit karena mampu membaca gerakan lawan dengan teknologi yang disematkan di dalam tubuhnya. Selain itu, Brixton dalam setiap aksinya selalu dilengkapi senjata berteknologi tinggi yang terhubung dengan sistem. 

Humor dan keluarga

Film penuh aksi laga ini nyatanya tak melulu serius dan membosankan karena hanya mengandalkan baku hantam atau tembak-tembakan di sepanjang cerita. Namun, film Hollywood yang satu ini juga menyelipkan unsur komedi di dalamnya. 

Adegan komedi antara Hobbs and Shaw ini akhirnya membuat suasana menonton tak selalu tegang. David Leitch, sang sutradara, mampu menyeimbangkan komedi dan aksi laga yang menegangkan. Hasilnya, penonton bisa santai sejenak untuk kemudian kembali dihajar oleh adegan-adegan tembak-menembak.

Selain memuat unsur komedi, film ini juga tak terlepas dari film Fast and Furious sebelumnya yang menampilkan unsur keluarga.

Seperti diketahui, Hobbs di film ini digambarkan sebagai sosok ayah yang penuh kasih sayang tehadap anaknya meskipun pandai berkelahi. Sebagai orang tua, Hobbs selalu sigap dan kerap memberi solusi saat mendapati keluh kesah dan permintaan anaknya.

Sama seperti Hobbs, Shaw juga lihai dalam berkelahi. Namun, ia punya keahlian lain yaitu mengemudi. Meski terlihat garang, Shaw ternyata sangat menyangi keluarganya, terutama adik dan ibunya yang mendekam di penjara. Semua cerita tentang keluarga dari para pemeran utama dijelaskan oleh sang sutradara di sepanjang cerita.

Tak masuk akal

Walupun demikian, karena Fast and Furious Hobbs & Shaw film aksi laga, sang sutradara kadang menjadi lebay atau berlebihan dalam mengemasnya. Ada beberapa bagian dalam film ini memuat adegan yang tak masuk akal jika dipikir dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, saat salah satu pemeran utama yakni Hobbs yang beradegan menuruni gedung menggunakan tali. Dalam adegan tersebut, tampak tangan Hobbs tidak terluka sama sekali usai menuruni gedung dengan bergelayut pada seutas tali. 

Tak hanya itu, paling mencengangkan ketika Hobbs mampu menahan, bahkan menarik rantai yang terikat pada helikopter. Karena aksi Hobbs inilah membuat helikopter akhirnya sulit untuk lepas landas karena tertahan.

Dengan memusatkan film pada pemeran utama, yakni Jason Statham sebagai Deckard Shaw dan Dwayne Johnson sebagai Luke Hobbs, Universal Pictures mestinya tak perlu menambahkan judul Fast and Furious dalam film ini. Sebab, dari awal sampai akhir, tidak ada bagian cerita yang benar-benar berkaitan dengan seri film Fast and Furious sebelumnya.

Namun demikian, Universal Pictures menyadari karakter Hobbs dan Shaw disukai banyak penonton dari sejak awal kemunculannya. Juga tak dapat dipungkiri, menambahkan judul Fast & Furious yang banyak diminati penonton juga menjadi strategi demi menghasilkan pundi-pundi.

starstarstarstarstar4

Film ini juga mampu menampilkan kesederhanaan dan kehangatan warga Samoa, tempat bertarung dalam adegan di akhir film.