sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inilah alasan harus tetap menerapkan 3M walaupun telah divaksin booster

Belajar dari pengalaman negara yang mencapai booster tinggi. Bila tidak dibersamai dengan prokes, maka potensi peningkatan kasus tetap ada.

Shafwan Setia Maulana
Shafwan Setia Maulana Rabu, 23 Mar 2022 19:38 WIB
Inilah alasan harus tetap menerapkan 3M walaupun telah divaksin booster

Setiap orang yang sudah divaksin bahkan divaksin booster tetap harus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Booster dan prokes adalah dua kunci yang tak terpisahkan sebab faktanya potensi kenaikan kasus tetap masih ada. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, setiap upaya penanganan pandemi, memiliki fugsinya masing-masing yang saling melengkapi agar tercapai perlindungan optimal dan bukan saling meniadakan.

"Vaksin dan prokes 3M memiliki fungsi yang berbeda. Ketika sudah terlanjut tertular Covid-19, vaksin sudah terbukti secara ilmiah membentuk kekebalan komunitas yang dapat melindungi kita dari gejala parah bahkan kematian. Namun, potensi penularan masih tetap ada. Penularan dapat dicegah semaksimal mungkin dengan menghindari paparan virus, yaitu dengan displin 3M," papar dia dalam keterangan pers secara online, Rabu (23/3). 

Dia menjelaskan, kekebalan tubuh yang ditimbulkan vaksin akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Kekebalan yang sudah turun, harus ditingkatkan kembali melalui vaksinasi ulang atau lebih umum disebut booster

Di sisi lain perlindungan 3M dapat optimal apabila dilakukan dengan benar. Ketaatan pada hal-hal kecil dan sederhana seperti memakai masker, menutup mulut dan hidung, menjaga jarak merupakan perlindungan paling otimal.

Capaian booster di Indonesia sendiri mencapai 6,06% dan harus bergotong royong untuk meningkatkannya. Sementara di tingkat dunia capaian booster telah mencapai 18,55%.

"Belajar dari pengalaman negara yang telah mencapai booster tinggi. Bila tidak dibersamai dengan protokol kesehatan, maka potensi peningkatan kasus akan tetap ada. Sebagai contoh kenaikan terjadi pada 5 dari 15 negara dengan capaian booster di atas dunia, yaitu Italia (62,60%), Jerman 57,64%, Inggris (56,59%), Vietnam (44,88%), dan Thailand (31,54%).    

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di indonesia mulai menurun. Menurut Wiku pemerintah telah resmi merilis Instruksi Menteri Dalam Negeri No.18 tahun 2022 mengenai perpanjangan PPKM di wilayah Jawa-Bali serta update level kabupaten/kota. Dalam update disebutkan terjadi penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, bahkan sudah tidak ada kabupaten/kota dengan level 4 di wilayah Jawa-Bali.  

Sponsored

“Saya mengucapkan apresiasi kepada kerja sama antara pemerintah daerah dengan masyarakat maupun antara sesama pemerintah daerah. Karena untuk saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota dengan level 4 di wilayah Jawa-Bali,” ucap Wiku.

Kondisi ini perlu untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan terus mengoptimalkan pengendalian Covid-19. Dengan cara semua pihak perlu untuk tetap konsisten dalam menjaga kedisiplinan protokol kesehatan. Jangan sampai lengah serta menggencarkan vaksinasi dosis lengkap dan booster

Bukan hanya menjaga kedisiplinan akan tetapi juga menggencarkan vaksinasi dosis lengkap dan booster. Vaksinasi booster ini juga menjadi hal wajib bagi semua orang untuk lebih meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan virus Corona dan untuk mencegah kasus positif dan kematian yang lebih tinggi. 

Berita Lainnya