sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hati-hati, penderita diabetes bergeser ke usia muda

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa setidaknya ada 8 juta orang usia 15 tahun ke atas mengidap diabetes.

Hermansah
Hermansah Kamis, 28 Nov 2019 04:35 WIB
Hati-hati, penderita diabetes bergeser ke usia muda

Secara global jumlah populasi penderita diabetes mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, pada 2017 Federasi Diabetes Internasional menyatakan bahwa 425 juta dari seluruh populasi dunia hidup dengan diabetes.

Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 secara umum angka prevalensi diabetes mengalami peningkatan cukup signifikan selama lima tahun terakhir.  Di 2013 angka prevalensi mencapai 6,9% sedangkan di 2018 melonjak naik hingga 8,5% dan penderitanya semakin bergeser ke arah usia yang lebih muda dan menjadi penyakit paling mematikan nomor tiga setelah stroke dan jantung koroner.

Berdasarkan data Infodatin 2013 Kementerian Kesehatan, jumlah orang Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang mendapatkan diagnosis diabetes resmi mencapai sekitar 12 Juta (6,9%). Sementara itu, orang-orang dengan rentang usia sama yang mengalami pradiabetes dilaporkan mencapai 116 juta jiwa. Prediabetes itu terdiri dari toleransi glukosa terganggu (TGT) dan gula darah puasa terganggu (GDPT).

Sementara itu, dari data di atas dapat disimpulkan bahwa gejala-gejala diabetes tipe dua dan prediabetes sudah mulai tampak pada usia remaja, yaitu sekitar 15 tahun. Kementerian Kesehatan juga mencatat bahwa setidaknya ada 8 juta orang usia 15 tahun ke atas mengidap diabetes di Indonesia meskipun belum ada diagnosis resmi. Meski begitu, data ini tidak mencatat kasus diabetes tipe satu yang biasanya dimiliki anak sejak lahir karena faktor keturunan.

Sponsored

Diabetes tipe satu bisa berkembang menjadi diabetes tipe dua karena dipengaruhi oleh perilaku kebiasaan yang berisiko. Penanggulangan diabetes menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia terutama kaum muda. Penting bagi kita semua untuk mencegah diabetes sedini mungkin dengan cara tidak melakukan perilaku berisiko seperti konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan serta dapat memilih diet rendah kalori dan lemak, mengonsumsi alkohol berlebihan, tidak melakukan aktivitas fisik yang teratur, dan merokok.

“Terkena diabetes di usia muda tentunya akan menyulitkan kaum muda untuk mencapai masa depan mereka. Selain karena diabetes itu rentan terkena komplikasi penyakit lainnya, khususnya jantung dan ginjal, biaya perawatan dari penyakit ini juga tidak sedikit yang dapat mengganggu ekonomi kaum muda," ujar Adolescent Health and Agency Manager Plan Indonesia Magdalena Pasaribu dalam keterangan tertulisnya. 

Berita Lainnya