logo alinea.id logo alinea.id

Ini yang terjadi pada tubuh saat makan gula berlebih

Gula tidak hanya terdapat pada makanan atau minuman manis, tetapi juga tersembunyi di balik makanan gurih.

Alia Kirana
Alia Kirana Rabu, 11 Okt 2017 15:05 WIB

Dibalik manisnya gula, terkandung bahaya yang tak boleh dianggap remeh. Gula merupakan salah satu penyedap yang digunakan sehari-hari dan tersembunyi di hampir semua makanan, minuman dan camilan. Tak hanya kue, permen, susu kental manis, dan sirop saja, namun bahan makanan gurih seperti roti dan saus tomat, sebenarnya juga mengandung banyak gula.

Pada label nutrisi, gula memang sulit dikenali karena ditulis dengan nama lain seperti sukrosa atau fruktosa. Terlepas dari itu, gula tetap gula. Jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan kamu. Secara lebih detail, inilah yang terjadi pada tubuh saat makan gula berlebih. 

1.    Otak
Saat mengonsumsi gula, gelombang besar hormon yang menimbulkan efek bahagia, dopamin hadir di otak. Itu sebabnya, kamu cenderung mendambakan permen daripada apel atau wortel pada pukul tiga sore atau ketika otak mulai lelah.  Buah dan sayur tidak menyebabkan otak melepaskan banyak hormon dopamin. Otak mulai membutuhkan lebih banyak gula lagi untuk mendapatkan perasaan senang itu. 
2.    Mood
Makanan atau minuman manis memberikan semburan energi untuk tubuh dengan meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Bila kadar tersebut menurun saat sel menyerap gula, kamu mungkin merasa gelisah dan cemas. Fakta lainnya, sebuah studi telah menghubungkan asupan gula tinggi dengan risiko depresi yang lebih besar pada orang dewasa.
3.    Gigi
Saat masih kanak-kanak, kamu mungkin mengabaikan nasihat orangtua tentang makan permen yang bisa bikin gigi berlubang. Padahal, tidak ada salahnya untuk mematuhi nasihat tersebut. Sebab gula yang tersisa di sekitar mulut dapat menjadi santapan bagi bakteri dan diubah menjadi asam. Asam tersebut yang kemudian menyebabkan gigi berlubang.
4.    Sendi
Jika mengalami nyeri sendi, kamu harus membatasi konsumsi makanan atau minuman manis. Banyak makan gula telah terbukti dapat memperburuk nyeri sendi. Fakta lainnya lagi, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula dapat meningkatkan risiko timbulnya artritis reumatoid. Menurut situs AloDokter, artritis reumatoid adalah peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian (misalnya sendi kaki dan tangan).
5.    Kulit
Konsumsi gula berlebih dapat membuat kulit cepat menua. Gula menempel pada protein di dalam aliran darah dan menciptakan molekul berbahaya. Molekul tersebut terbukti merusak kolagen dan elastin di kulit. Kolagen dan elastin adalah serat protein yang menjaga kulit tetap kencang dan awet muda.
6.    Berat badan
Kamu mungkin sudah tahu bahwa semakin banyak mengonsumsi gula, semakin bertambah pula angka timbangan. Namun ada fakta baru tentang hubungan antara konsumsi gula dan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa berat badan orang yang meningkatkan asupan gula bertambah sekitar 1,7 kg dalam waktu kurang dari dua bulan.
7.    Kesehatan seksual
Gula dapat memengaruhi ereksi pada pria. Salah satu efek samping yang umum terjadi dari kadar gula kronis di dalam aliran darah adalah dapat membuat pria impoten.  


8.    Jantung
Melansir WebMD, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sedikit gula dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Orang yang banyak makan gula berpotensi meninggal karena penyakit jantung sebanyak dua kali lebih besar. 

Sponsored

Itulah beberapa hal yang terjadi pada tubuh saat makan gula berlebih. Nah, agar dampak buruk terhadap kesehatan tidak terjadi, kamu perlu membatasi asupan gula. Kementerian Kesehatan Indonesia mengimbau masyarakat untuk menekan konsumsi gula hingga maksimal empat sendok makan atau 50 gram per hari. Hindari pula makanan atau minuman manis dan berkarbonasi, serta mengonsumsi buah dan sayur minimal lima porsi per hari.