sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kopi bisa cegah risiko diabetes tipe 2?

Mengonsumsi 3 hingga 4 cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko diabetes.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Senin, 16 Nov 2020 21:22 WIB
Kopi bisa cegah risiko diabetes tipe 2?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Minuman berbahan kopi banyak dikonsumsi penduduk dunia. Efek baik dan buruk kopi pada penyakit seperti diabetes selalu menjadi kontroversi.

Misalnya, beberapa penelitian mengatakan bahwa asupan kopi dalam jumlah sedang dapat menurunkan risiko diabetes. Sementara itu beberapa penelitian lainnya mengatakan bahwa kopi menjadi ancaman bagi kesehatan penderita diabetes.

Kopi memang dikenal banyak mengandung senyawa bioaktif seperti fenol, vitamin, mineral. Namun, bisakah kopi mencegah risiko diabetes tipe 2?

Menurut penelitian, mengonsumsi sekitar 3 hingga 4 cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga sekitar 25%, dibandingkan dengan orang yang tidak minum atau minum kurang dari dua cangkir sehari. Penurunan risiko diabetes tersebut berlaku untuk kopi berkafein dan tanpa kafein.

Kopi juga mengandung polifenol prinsip yang disebut asam klorogenat (CGA) yang memiliki aktivitas antioksidan yang efektif.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa asam klorogenat menstimulasi pengangkutan glukosa dalam otot rangka dengan mengaktifkan 5 "AMP-activated protein kinase", suatu enzim yang membantu mengatur kolesterol, karbohidrat dan asam lemak untuk fungsi dan pertumbuhan sel.

CGA dalam kopi bisa meningkatkan produksi incretins, sekelompok hormon yang cenderung menurunkan kadar glukosa dalam tubuh. Selain itu, bisa membantu mempertahankan homeostasis glukosa di hati, yang merupakan organ penting dalam penyimpanan glukosa.

Peradangan kronis merupakan penyebab utama diabetes dan resistensi insulin. Dalam banyak penelitian, mengonsumsi kopi dikaitkan dengan sekresi penanda anti-inflamasi tingkat tinggi yang cenderung menurunkan efek peradangan, sehingga dapat menurunkan risiko diabetes dan resistensi insulin.

Sponsored

Faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan resistensi insulin adalah efek antioksidannya yang sangat bergantung pada tingkat pemanggangan (untuk rasa, warna dan aroma kopi) dan aktivasi reseptor estrogen.

Kopi juga mengandung banyak senyawa fenolik dan non-fenolik seperti CGA, cafestol dan kahweol yang bertanggung jawab atas efek antioksidan kopi.

Berita Lainnya