sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memberi pendidikan syariah kepada anak secara kreatif

Pendidikan syariah untuk anak usia dini harus dikemas secara kreatif dan menyenangkan.

Firda Cynthia
Firda Cynthia Sabtu, 27 Jun 2020 10:40 WIB
Memberi pendidikan syariah kepada anak secara kreatif
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Pendidikan syariah menjadi salah satu pendidikan dasar dalam keluarga. Pembahasan mengenai pendidikan syariah tak lepas dari ekonomi syariah, tabungan syariah, asuransi syariah, dan sebagainya. Pembahasan itu tentu akan terkesan menyulitkan bila dipelajari oleh anak usia dini, yaitu 4-7 tahun.

Lantas, bagaimana agar anak tak kesulitan dan menjadi tertarik dalam mempelajari ekonomi syariah?
Founder Ayo Dongeng Indonesia Mochamad Ariyo Faridh Zidni, mengatakan dunia anak adalah dunia yang menyenangkan. Sehingga, dalam proses pembelajarannya perlu pendekatan dan pembawaan yang menyenangkan pula.

Anak belajar melalui tiga tahapan, yaitu dengan mendengar, melihat, dan membaca. Untuk anak usia dini, proses anak belajar perlu dibantu dengan media audio dan visual.

Selain itu, memberi pendidikan syariah kepada anak usia dini harus dengan proses komunikasi yang baik. Sebab, anak begitu peka menyerap apa yang mereka dengar dan lihat.

“Jika orang tua ingin menyampaikan suatu pendidikan syariah, sampaikan dengan cara yang sederhana. Dengan cara yang menyenangkan. Sampaikan dengan bahasa anak dan dari sudut pandang anaknya,” jelas Ariyo dalam webinar bertema ‘Pentingnya Pendidikan Syariah Sejak Dini’ yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Jumat (26/6).

Komunikasi yang baik kepada anak dilakukan dengan menyesuaikan antara cara pandang orang tua dengan bahasa dan cara pandang anak. 

“Mereka tidak hanya mengolah kata-katanya, tetapi juga merasakan apa yang disampaikan dari kata-kata itu. Kalau orang dewasa lebih memikirkan dengan logika dan menganalisis, sedangkan anak-anak masih merasakan,” ujar Ariyo.

Senada dengan itu, Executive Producer Riko The Series Yuda Wirafianto, memaparkan memberikan pendidikan syariah ke anak perlu dengan konten kreatif yang menyenangkan.

Sponsored

Yuda merupakan konten kreator Riko The Series yang mengedukasi anak-anak melalui konten digital kreatif. Dari pengalamannya, konten-konten yang berbasis syariah di dalam negeri masih kurang. Padahal, konten audio visual yang menarik dapat memantik semangat dan keingintahuan pada anak.

“Saya merasakan betul betapa kurangnya konten-konten yang berbasis syariah atau secara langsung memberikan pengetahuan agama kepada anak-anak dengan cara yang fun,” ujarnya.. 

Ia menambahkan, konten animasi dapat memudahkan pesan diterima anak. “Dengan media animasi, saya rasa literasi mengenai ekonomi syariah bisa diolah semenarik mungkin, sehingga menambah referensi untuk anak-anak kita,” kata dia.

Penyampaian pesan juga perlu dikemas dalam kisah-kisah atau suatu cerita agar anak-anak dapat mengerti tanpa merasa digurui atau tertekan. 

“Kalau melalui kisah, mereka akan lebih mudah dalam mengambil hikmah-hikmah dan pelajaran,” ucapnya.

Dalam mengembangkan media pembelajaran terkait ekonomi dan keuangan syariah di tanah air, Yuda juga mengajak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan KNEKS agar dapat menemukan sudut pandang kisah tentang ekonomi syariah yang menarik dan dapat menambah keingintahuan anak-anak.

Berita Lainnya