sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah ajak milenial sadar lingkungan dengan diet plastik

Indonesia menjadi negara penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 23 Apr 2021 22:17 WIB
Pemerintah ajak milenial sadar lingkungan dengan diet plastik

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengajak milenial lebih sadar lingkungan dengan mengurangi konsumsi plastik dan mulai memilah sampahnya sendiri.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septriana Tangkary, mengatakan, sampah bukan persoalan sederhana.  Karenanya, milenial sebagai generasi yang lebih sadar lingkungan untuk membawa perubahan yang lebih baik.

"Anak-anak muda sekarang harus segera take action untuk turut serta melakukan pengelolaan sampah, apalagi saat ini Indonesia merupakan negara penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia," katanya dalam webinar, Jumat (23/4).

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif, menambahkan, hanya 2 juta dari 6,2 juta ton sampah di Indonesia yang baru terkelola hingga kini. Sampah-sampah yang tak terkelola tersebut sebagian besar membanjiri lautan dan merusak ekosistem laut. 

"Ini sangat meresahkan karena sampah-sampah ini sebagian besar berakhir di laut," ujarnya. Karenanya, dia menekankan pentingnya kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Vida Bekasi, Nia Kurniasih, program bank sampah yang dikelolanya meliputi tabungan regular, pendidikan, hari raya, dan sosial. Program dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat. 

"Bank sampah menjadi salah satu solusi pengurangan volume sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir). Harapan kami, nantinya anak-anak muda ini dapat menjadi regenerasi yang nantinya dapat menggantikan kami untuk mengelola Bank Sampah Vida," ucapnya.

Pengelolaan sampah secara bertanggung jawab melalui bank sampah dianggap menjadi solusi jitu dibandingkan membakar sampah. Alasannya, pembakaran sampah menghasilkan gas beracun seperti dioxins dan berbahaya bagi kesehatan apabila terhirup juga mengikis lapisan ozon.

Sponsored

"Apabila terhirup, dioxins tidak akan bisa keluar dari tubuh kita. Jika terakumulasi dalam waktu lama, maka dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker," tutur Chapter Leader Trash Hero Jakarta, I Gusti Krishna Aditama Krisna.

Berita Lainnya