sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perhatikan gizi agar tetap fit saat pandemi Covid-19

Walaupun telah mengonsumsi suplemen, tubuh tetap memerlukan gizi yang seimbang.

Silvia Ng
Silvia Ng Senin, 26 Jul 2021 14:22 WIB
Perhatikan gizi agar tetap fit saat pandemi Covid-19

Setidaknya, terdapat dua langkah agar kita tidak terinfeksi Covid-19, yaitu menghindari virus masuk ke dalam tubuh dengan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak menyentuh wajah dan masker sehabis memegang sesuatu, dan menaati protokol kesehatan lainnya. Kemudian, meningkatkan daya tahan tubuh dengan memerhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, ada beberapa langkah untuk dilakukan, yaitu mengonsumsi protein, sayur dan buah yang cukup, mengonsumsi multivitamin bila perlu, melakukan aktivitas fisik dan olahraga, menghindari stres, istirahat yang cukup, dan meningkatkan asupan rempah.

Guru Besar di Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan menyebutkan, protein berperan sangat penting terhadap imunitas tubuh.

“Karena dia (protein) ternyata meningkatkan antibodi dalam tubuh kita, meningkatkan respons kekebalan tubuh dan membunuh lebih banyak virus atau bakteri yang masuk tubuh,” jelasnya.

Protein dapat bersumber dari tahu, tempe, ikan, daging ayam, daging sapi, telur, dan lain sebagainya. Namun sayangnya, berdasarkan data, belanja rokok oleh masyarakat Indonesia jauh lebih tinggi diaripada belanja daging ayam, pulsa, dan telur.

“Bila digabung, masih lebih tinggi belanja rokoknya, karena rata-rata orang Indonesia mengonsumsi rokok 1.300 batang sehari,” katanya.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah sekitar 400 gram dalam sehari. Namun, fakta menunjukkan penduduk Indonesia masih rendah dalam mengonsumsi sayur dan buah.

“Sangat ironis kita mengklaim sebagai negara agraris, tetapi konsumsi buah dan sayurnya masih sangat kurang.” ungkapnya.

Sponsored

Bagaimana dengan suplemen? Menurut dia, suplemen dibutuhkan apabila tubuh sedang sakit, daya tahan tubuh melemah, terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh, dan stres karena pandemi.

Hal itu selaras dengan sebuah studi yang menemukan bahwa mengonsumsi vitamin dan mineral dalam dosis tinggi selama setahun, dapat meredam infeksi pada suatu kelompok lansia yang sehat dan hanya mengalami setengah dari hari-hari sakit akibat infeksi.

“Kekebalan tubuh itu bisa diraih apabila kita mengonsumsi vitamin E, Seng atau Zinc, dan vitamin C.” katanya.

Walaupun telah mengonsumsi suplemen, tubuh tetap memerlukan gizi yang seimbang, karena makanan adalah sumber vitamin dan mineral yang paling dapat diandalkan dalam tubuh.

“Gizi seimbang itu dulunya berasal dari Amerika yang disebut dengan basic four food guide (USDA) yaitu makan sayur-buah, minum susu, daging, dan sereal atau roti. Jadi kalau ini diterjemahkan menjadi empat sehat lima sempurna,” jelasnya.

Dalam empat pilar gizi seimbang terdiri dari mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam, menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.

“Ini saja sebenarnya pilar gizi seimbang, enggak sulit-sulit amat, ya,” tutupnya.

Berita Lainnya