logo alinea.id logo alinea.id

Pesona mobil-mobil tua

Hauwke’s Auto Gallery didirikan Hartawan Setjodiningrat, yang menjadi kolektor mobil klasik sejak 1979.

Nanda Aria Putra Jumat, 11 Jan 2019 18:33 WIB
Pesona mobil-mobil tua

Restorasi

Semua mobil yang dikoleksi, kata Laurent, lengkap dengan surat-surat kendaraan yang aktif. Bahkan, mobil-mobil itu bukan cuma dipajang. Kondisi mesinnya masih baik, dan masih bisa jalan. Maklum, beberapa dimanfaatkan untuk disewa keluar.

“Kami memang lebih memfokuskan pada restorasi mobil-mobil ini agar siap untuk digunakan kembali. Tentu saja dengan mempertahankan keaslian bentuk dari mobil itu sendiri,” katanya.

Dalam setahun, ada tiga mobil yang ditargetkan direstorasi. Meski terkadang tak terpenuhi, karena sulitnya mencari onderdil untuk mobil-mobil tua koleksinya.

“Restorasi juga memakan waktu yang tidak sebentar,” kata Laurent.

Salah satu mobil peninggalan Presiden Sukarno, merek Chrysler Windsor. (Alinea.id/Nanda Aria).

Menurutnya, sekarang ini galeri mobilnya fokus pada kualitas mobil koleksinya, bukan kuantitas. Laurent menuturkan, masih ada beberapa mobil yang belum sempat direstorasi.

“Jadi, untuk saat ini kami tidak mengambil mobil dulu, kecuali yang benar-benar oke,” kata dia.

Satu mobil membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk bisa direstorasi. Ketika mendapatkan mobil, kata Laurent, tidak bisa langsung melakukan restorasi. Harus menunggu giliran dahulu.

“Yang penting kita punya barangnya dulu, biar enggak rebutan sama kolektor lainnya,” ujar Laurent.

Dalam proses restorasi sendiri, Laurent mengatakan, harus merogoh kocek sekitar Rp50 hingga Rp150 juta untuk satu mobil, tergantung mereknya. Biaya paling mahal biasanya mobil-mobil produksi Eropa dan Amerika.

Halaman belakang rumah yang luas dimanfaatkan sebagai bengkel untuk restorasi dengan reparasi ringan. Sementara untuk reparasi besar, Laurent punya bengkel lain di daerah Bekasi. Seluruh proses restorasi dilakukan sendiri bersama tim montir yang dimilikinya.