logo alinea.id logo alinea.id

Pesona mobil-mobil tua

Hauwke’s Auto Gallery didirikan Hartawan Setjodiningrat, yang menjadi kolektor mobil klasik sejak 1979.

Nanda Aria Putra Jumat, 11 Jan 2019 18:33 WIB
Pesona mobil-mobil tua

Berburu mobil

Laurent kemudian mengisahkan perburuan mendapatkan beberapa mobil koleksi galeri. Baginya, yang paling menarik, ketika ayahnya mendapatkan mobil Cevrolet BLR merah marun, yang kini tersimpan di belakang rumah utama.

Pada 1990-an, mobil tersebut ada di Padang, Sumatra Barat. Ayah Laurent mengetahui keberadaan mobil itu dari beberapa kenalan. Ketika sampai di lokasi, mobil tersebut berada dalam ruangan yang dikelilingi dinding.

“Ayah saya harus menjebol tembok itu dulu untuk bisa mengeluarkan mobilnya dengan aman,” ujar Laurent.

Hartawan, ayah Laurent, punya strategi khusus dalam berburu mobil-mobil tua. Ketika memulai perburuan, Hartawan bekerja sama dengan beberapa makelar di sejumlah daerah.

Para makelar ini dibekali kamera saku untuk mengambil gambar mobil-mobil tua yang tersebar di sejumlah daerah. Gambar-gambar itu kemudian disetor kepada Hartawan. Bila tertarik, baru Hartawan mengunjungi lokasi untuk membeli atau barter.

Deretan mobil antik dari berbagai daerah, produksi Eropa dan Amerika. (Alinea.id/Nanda Aria).

Laurent kemudian berkisah hal lainnya. Suatu ketika, ayahnya mendapatkan mobil yang dia inginkan, dan sudah memohon-mohon kepada pemiliknya. Namun, si pemilik bergeming. Si pemilik mobil memberikan syarat yang mesti dipenuhi.

“Jadi, dia punya mobil lansiran 18 Agustus tahun berapa, gitu. Tapi, mobil ini harus ditebus dengan angka delapan ratus delapan puluh delapan ribu delapan ratus delapan puluh delapan rupiah. Dan harus pas,” kata Laurent, diiringi tawa.

Berburu mobil-mobil tua, bagi Laurent masalah jodoh-jodohan. Dikejar seperti apapun, bila tak jodoh tak akan dapat. Tapi kalau jodoh, mudah datangnya.

Pernah suatu hari, ketika tengah menikmati sate di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan, Laurent tiba-tiba didatangi seseorang untuk membeli mobilnya, karena sedang membutuhkan uang. Lantas, menurut ayahnya mobil itu bagus, dan langsung dibeli.

Selain menyimpan koleksi mobil-mobil antik, area luas di belakang rumah juga disewakan untuk keperluan pre-wedding. Area di belakang rumah ini didesain ala retro Amerika, dengan ornamen vintage. Ada stasiun pengisian bahan bakar kuno, drum-drum, sepeda angin, lantai keramik bermotif papan catur, berpadu sederet mobil tua.

Sayangnya, galeri mobil antik ini bukan museum, yang siapa saja bisa berkunjung untuk menikmati koleksi yang ada.