sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Produk alami tidak selalu berarti sehat loh!

Sebelum membeli produk yang bertuliskan 'alami', periksalah daftar bahan produksi.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Kamis, 29 Okt 2020 22:37 WIB
Produk alami tidak selalu berarti sehat loh!
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Salah seorang pakar kesehatan Kyle Buchanan mengatakan, kepada The Morning Show bahwa jika anda berpikir untuk mencoba diet atau berbelanja produk yang lebih sehat, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. 

Sering kali kita mungkin sering membaca ini adalah produk alami, tetapi produk tersebut tidak selalu berarti sehat. 

“Jus buah yang dikemas dengan label penyedap alami, masih bisa mengandung lebih banyak gula daripada sekaleng pop,” ujar Buchanan. 

Makanya sebelum membeli produk yang bertuliskan 'alami', periksalah daftar bahan produksi untuk mengetahui dengan tepat apa yang anda makan dan minum. Kesalahpahaman lainnya adalah seputar produk pemanis stevia. di mana banyak orang yang percaya bahwa itu adalah satu-satunya pemanis yang digunakan dalam produk tersebut. 

Buchanan juga mengungkapkan meski diet keto yang sekarang ini semakin popular khususnya dalam beberapa tahun terakhir, hal tersebut bukanlah pilihan terbaik untuk orang-orang yang memiliki perut sensitif. 

Sebelumnya, US News dan World menempatkan diet keto sebagai salah satu diet yang terburuk dari 35 diet yang dievaluasi. Menurut para ahli, diet tersebut menjadi salah satu diet yang paling popular di AS.

Menurut salah satu ahli diet Shahzadi Devje, diet apapun yang trending atau menjanjikan orang akan menurunkan berat badan dengan cepat akan selalu popular. 

“Kesaksian pribadi tentang diet keto yang sukses terus membanjiri internet, tetapi ini tidak sama dengan bukti ilmiah yang andal dan dapat dipercaya,” kata Devje.

Sponsored

Sebaiknya sebelum mencoba perubahan diet yang ekstrim, bicarakan dengan dokter keluarga atau profesional terlebih dahulu.

 

Sumber: globalnews.ca 

Berita Lainnya