logo alinea.id logo alinea.id

Prostitusi artis dan skandal Titien Sumarni

Tenar dan membintangi banyak film pada 1950-an, lalu meninggal dunia dalam kemiskinan dan kesendirian.

Fandy Hutari Selasa, 08 Jan 2019 16:31 WIB
Prostitusi artis dan skandal Titien Sumarni

Skandal seks

Pada 1959, diberitakan Varia Nomor 84, 25 November 1959, Titien tengah menyiapkan sebuah film untuk Titien Sumarni Pictures. Bahkan, dia sudah melakukan pendekatan dengan dua orang sutradara jempolan, yakni Lilik Sudjio dan Turino Djunaidi. Film itu disebut-sebut bertema keagamaan.

Namun, tampaknya film ini tak pernah jadi diproduksi. Sebab, Selecta Nomor 250, 4 Juli 1966, melaporkan pada 7 Agustus 1959 sore, Titien berjalan kaki tanpa alas seperti orang linglung di Kota Bandung.

Berduyun-duyun anak-anak hingga orang dewasa mengikuti Titien berjalan. Anak-anak meneriakinya “orang gila”.

Di antara Jalan Raya Barat dan Jalan Garuda, salah seorang petugas kepolisian menghentikan langkahnya. Polisi ini mengenali Titien, yang bintang film terkenal dari ibu kota. Lalu, Titien ditolong. Anggota kepolisian itu meminta bantuan seorang supir truk untuk mengantar sang aktris ke rumah familinya.

Titien berjalan-jalan tanpa alas kaki dan pakaian yang kumal, bukan tanpa alasan. Dia sedang kecewa.

Titien Sumarni dikerubungi penggemarnya saat berkunjung ke Medan. (Film Varia Nomor 7 Januari 1956).

“Titien bermaksud ingin menemui seorang lelaki yang dikatakannya pernah mengadakan hubungan, hingga lahir seorang anak perempuan,” tulis Selecta, 4 Juli 1966.

Sang aktris cantik ingin meminta tanggung jawab laki-laki itu, tapi gagal. Lantas, dia depresi dan berjalan tanpa arah di Kota Bandung.

Laki-laki yang dituntut tanggung jawab Titien bukan orang sembarangan. Selecta edisi 4 Juli 1966 menyebut, lelaki itu bernama Mohammad Jahja Ali, seorang pemborong kaliber besar di Kota Kembang.

Setelah namanya melambung sebagai bintang film, Titien terlibat sejumlah skandal. Selecta Nomor 247, 13 Juni 1966 menyebutkan, ada nama Saerang (pengusaha kopra asal Minahasa), Bupati Jombang, dan beberapa pejabat Bandung yang diduga “main mata” dengan Titien, usai berpisah dengan Moestari.

Titien memiliki lima orang putra. Salah satunya Tommy Sjarief, anak dia dan Moestari. Selebihnya, lahir dari ayah yang berbeda-beda. Harian Berita Yudha edisi Jawa Barat pernah membeberkan wawancara Titien Sumarni sebelum meninggal dunia, soal ayah dari anak-anaknya.

Titien Sumarni dan Djamaluddin Malik, berlebaran dengan Presiden Sukarno pada 1955. (Repro buku Rahasia Hidup RA Titin Sumarni karya Lingga Wisjnu).

Menurut Selecta Nomor 247, 13 Juni 1966 hasil wawancara yang ditulis Berita Yudha edisi 30 April 1966 itu menyebutkan, anak kedua dan ketiga Titien bernama Boyke dan Fatah merupakan hasil hubungannya dengan R. Enoch Danubrata.

Enoch bukan orang main-main. Dia adalah mantan Kepala Polisi Komisariat Jawa Barat (sekarang Kapolda), berpangkat akhir Brigjen Polisi. Dua anak lainnya, tak tahu siapa ayahnya.

Disebutnya nama Enoch tentu menggemparkan kala itu. Dia menyanggah, dengan siaran pers melalui penerangan Komdak VIII/Jawa Barat. Enoch membantah keras pernyataan Titien dan mengatakan tak pernah kawin dengan aktris rupawan tersebut.

Enoch kemudian menambahkan sanggahannya dalam siaran pers dari Pendak VIII Jawa Barat. Dalam siaran pers itu, dia menjelaskan, pada 1959 Titien memang pernah terlibat dalam sebuah skandal seks dengan sejumlah pejabat tinggi di Bandung. Lalu, masih mengutip Selecta edisi 13 Juni 1966, demi menyelamatkan Titien, persoalan skandal seks itu diambilalih kepolisian.

Kebetulan saat itu Enoch masih menjabat Kepala Polisi Komisariat Jawa Barat. Lalu, menurut pengakuan Enoch, tenaga Titien dimanfaatkan oleh kepolisian sebagai informan lepas untuk peristiwa khusus.

“Dalam hubungan dengan dipakainya tenaga Titien itu bukan berarti saya telah mengawininya,” kata Enoch, seperti dikutip Selecta,13 Juni 1966.

Enoch berdalih, Titien pernah menyalahgunakan namanya. Lalu, dia dipecat. “Dan mungkin karena sakit hati akhirnya ia tak segan-segan membuat sensasi mengotori nama saya,” ujar Enoch.

Skandal seks Titien Sumarni dengan sejumlah petinggi dan polisi di Kota Bandung itu, hingga kini masih menjadi misteri. Kasusnya tenggelam, seiring kematiannya yang tragis.