sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Protokol kesehatan pada wisata arung jeram, apa saja?

Setelah melakukan kegiatan arung jeram, alangkah baiknya semua wisatawan mencuci tangan dan mencuci muka menggunakan sabun.

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Senin, 03 Mei 2021 16:02 WIB
Protokol kesehatan pada wisata arung jeram, apa saja?

Kemenparekraf berkerja sama dengan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan pelaku pariwisata arung jeram telah menyusun protokol kesehatan dan panduan pelaksanaan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability) atau kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian alam berkelanjutan untuk wisata arung jeram.

Ketua Umum FAJI Amalia Yunita mengatakan, panduan CHSE untuk wisata arung jeram meliputi seluruh mata rantai aktivitas arung jeram. Seperti angkutan kendaraan maupun makanan, pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), proses reservasi dan administrasi, serta tata cara penerimaan tamu. Semua aktivitas itu, harus menjaga protokol kesehatan, dan yang terakhir penyesuaian jam kerja serta monitor dan evaluasi penerapan SOP secara berkala.

"Adanya panduan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan juga agar dunia pariwisata tetap berjalan dengan memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan pada wisata arung jeram," katanya dalam webinar, Senin (3/5).

Beberapa protokol kesehatan yang disyaratkan dalan wisata arung jeram, misalnya perahu dengan tiga thwart (penyangga di perahu) hanya boleh membawa empat wisatawan plus pemandu, dengan thwart belakang dikosongkan. Penempatan peserta diatur sedemikian dengan memperhatikan jarak aman di dalam perahu.

Siswo P Santoso, penikmat wisata arung jeram sekaligus seorang dokter menyampaikan bagaimana kerja virus corona terhadap air serta bagaimana cara membantu korban apabila kecelakaan air di masa pandemi tersebut.

"Penting bagi kita semua. Baik wisatawan maupun operator paham akan higiene dan sanitasi agar mencegah penyakit tersebut menular dan lingkungan agar tetap sehat dan nyaman. Karena masih di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dan operator perlu tetap menjaga protokol kesehat dan 5M," papar dia. 

Virus corona dapat menyebar di kolam, danau, maupun sungai. Namun dengan tingkat penularan yang rendah, karena virus ini tidak mampu bertahan hidup di dalam air. 

Kendati begitu, setelah melakukan kegiatan arung jeram, alangkah baiknya semua wisatawan mencuci tangan dan mencuci muka menggunakan sabun, serta langsung memakai masker agar menghindari penularan virus saat berkumpul. 

Sponsored

"Jika terjadi kecelakaan air, sebisa mungkin para opertaror memiliki sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan AED serta memiliki teknik dasar CPR untuk pertolongan pertama. Jika korban tenggelam, korban bisa langsung diletakan di atas tandu dengan posiis wajib menyampinng. Perusahaan ataupun pengelola perlu melakukan kerja sama terhadap puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat untuk meminimalisir terlambatnya pertolongan pertama," papar dia.

Berita Lainnya