Gaya Hidup / Kesehatan

Raspberi menurunkan risiko penyakit jantung?

Raspberi menjaga pembuluh darah tetap sehat dan membantu sirkulasi.

Raspberi menurunkan risiko penyakit jantung? Raspberi / Pixabay

Makan raspberi dapat menurunkan risiko penyakit jantung, ungkap sebuah penelitian. Para ilmuwan menemukan bahwa buah yang merupakan bahan favorit membuat smoothie tersebut menjaga pembuluh darah tetap sehat dan menjaga sirkulasi.

Sebuah organisasi yang beranggotakan petani dan importir raspberi, yang mendanai sebagian penelitian, menyebutkan bahwa hasil studi tersebut 'menarik.'

Seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (12/7/2018), studi ini dipimpin oleh para peneliti dari Kings College London, yang juga melibatkan para ilmuwan dari universitas di Jerman dan Spanyol.

Sebagai percobaan, 10 pria mengonsumsi minuman yang dibuat dengan menggunakan 200 hingga 400 gram raspberi beku. Seluruh minuman tersebut sama dalam hal warna, rasa, dan tingkat polifenol, yakni senyawa yang terbukti membantu melawan penyakit.

Sebelum meminumnya, para peserta mengukur kadar darah dan urin mereka. Hal yang sama dilakukan dua jam setelah konsumsi dan satu hari kemudian.

Hasilnya, kemampuan arteri pada lengan atas untuk lebih rileks, sehingga akomodasi aliran darah akan berjalan lancar, atau dikenal dengan istilah flow mediated dilation (FMD) pada pria usai dua jam meminum minuman raspberi jauh lebih baik.

FMD adalah indikator kesehatan lapisan endotel pembuluh darah, dan keadaan lapisan dapat mengindikasikan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Menurut dokter Ana Rodriguez-Mateos, kondisi baik ini terus berlanjut 24 jam setelah mereka mengonsumsi minuman tersebut.

Para peneliti meyakini, jika raspberi dapat mempertahankan perubahan FMD cukup lama, maka itu akan memangkas risiko seseorang terkena penyakit jantung hingga 15%.

Analisis lebih lanjut menunjukkan ada peningkatan yang nyata dalam kadar metabolit urolithins dalam darah para peserta saat FMD dalam kondisi jauh lebih baik. Itu diproduksi oleh bakteri di usus ketika tubuh mencerna zat kimia yang ditemukan dalam raspberi, ellagitannins.

Dewan Raspberi Olahan Nasional, yang menyumbangan 'hibah tak terbatas' bagi penelitian, menyambut baik hasil studi ini.

Tom Krugman, direktur eksekutif organisasi, mengatakan, "Kami senang dengan temuan ini." Ia melanjutkan, hasil studi menambahkan 'daftar manfaat yang semakin banyak dari mengonsumsi raspberi merah.'

Temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Archives of Biochemistry and Biophysics.

Raspberi meningkatkan kesempatan menjadi ayah?

Sebuah klaim bahwa menyantap raspberi dapat membantu meningkatkan kemungkinan menjadi ayah muncul pada tahun 2013.

Buah ini mengandung kadar vitamin C yang tinggi, nutrisi kunci dalam kesuburan pria. Selain itu, terdapat pula magnesium, yang terlibat dalam produksi testosteron.

Raspberi juga dianggap melindungi sperma dari 'stres oksidatif.'

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory menemukan bahwa pria usia 44 tahun ke atas dengan asupan vitamin C yang tinggi memiliki 20 persen lebih sedikit kerusakan pada DNA sperma dibanding pria yang tidak mengonsumsinya.


Berita Terkait