sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sosok Avengers di mata Glenn Fredly 

Ada tiga tokoh bangsa yang meninggalkan kesan mendalam bagi Glenn Fredly.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Selasa, 13 Agst 2019 21:34 WIB
Sosok Avengers di mata Glenn Fredly 

Musikus Glenn Fredly menyambut hangat terbitnya buku karangan Faisal Basri dan Haris Munandar yang berjudul 'Untuk Republik: Kisah-kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa'. Buku ini merangkum kisah 23 tokoh pahlawan dari sisi yang jarang diungkap, termasuk teladan kesederhanaan.

“Kesederhanaan itu bukan hanya luaran saja atau simbol, melainkan punya impact. Tak usah diucapkan, tapi dampaknya bisa dirasakan,” kata Glenn dalam diskusi di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Beberapa tokoh dalam buku yang menimbulkan kesan mendalam bagi Glenn ialah komponis Wage Rudolf Soepratman, Dr Johannes Leimena, dan Johannes Latuharhary. Menurutnya, nilai kesederhanaan para tokoh ini tak lekang dimakan zaman. 

Karena itu, lanjut Glenn, pola pikir dan tindakan mereka semasa hidup perlu dicontoh oleh bangsa Indonesia saat ini, khususnya generasi muda. "Mereka ini contoh bahwa Indonesia punya Avengers yang keren-keren pada zamannya. Mereka mengedepankan nilai-nilai keteladanan yang positif," kata Glenn.

Dia mencontohkan inspirasi lagu Indonesia Raya gubahan WR. Soepratman. Menurut dia, lagu yang diperdengarkan pertama kali pada Kongres Pemuda Oktober 1928 itu menginspirasi semangat cinta Tanah Air sebagai satu bangsa. "Lagu yang diciptakannya itu punya dorongan dan pesan profetik yang jauh sampai sekarang," imbuhnya. 

Selain itu, Glenn pun mengaku terkesan pada Dr Johannes Leimena dan Johannes Latuharhary sebagai dua pahlawan asal Maluku. Meski jasa mereka telah dikenang menjadi nama jalan, Glenn melihat teladan dari nilai positif kedua tokoh ini harus dihidupkan lagi di masa kini. 

Teladan keduanya, kata Gleen, dibutuhkan untuk melawan sikap apatis dan pesimistis yang belakangan merebak di kalangan pemuda, khususnya di Maluku.

“Masyarakat Maluku kehilangan harapan terhadap pemimpinnya. Padahal Maluku adalah episentrum pembangunan di Indonesia timur. Kita memerlukan narasi gelombang harapan baru,” ujar pria yang mempopulerkan lagu Januari itu.

Sponsored

Glenn mengungkapkan rencananya untuk berkolaborasi menggubah kisah tokoh-tokoh itu menjadi bentuk karya biopik yang relevan dengan kebutuhan pemuda zaman kiwari.

“Buat saya ini menjadi sebuah keharusan agar tokoh-tokoh ini dan nilai positifnya dihadirkan kembali menjadi karya baru,” ujarnya.