Gaya Hidup / Lebaran

Sri Mulyani kenang Idul Fitri saat masih kanak-kanak

Sri Mulyani mengaku santapan lebaran kesukaannya adalah jadah dan masakan sang nenek.

Sri Mulyani kenang Idul Fitri saat masih kanak-kanak Sri Mulyani menghabiskan waktu lebaran di Amerika Serikat./Facebook Sri Mulyani

Setiap keluarga pasti memiliki tradisi tersendiri untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dan biasanya kenangan masa kecil lah yang paling membekas. Tidak terkecuali Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berkisah tentang tradisi lebaran di keluarga besarnya. 

Mantan Direktur Bank Dunia ini bercerita, semasa masih kanak-anak liburan lebaran selalu menjadi hal-hal yang ditunggu. Apalagi, Sri Mulyani lahir dari keluarga besar dengan memiliki 16 saudara kandung. 

"Kalo dulu di rumah bapak-ibu saya di Gombong, karena anaknya ada 16 jadi ramai banget," kata Sri Mulyani belum lama ini. 

Paling diingatnya adalah santapan saat lebaran yakni makanan tradisional jadah atau di Jakarta disebutnya uli. Selain itu juga ada lemper, opor sambel goreng ati yang dimasak sang nenek. 

Tidak cukup menyantap hidangan di atas meja, terkadang Sri Mulyani dan saudara-saudaranya memanggil tukang soto yang melintas di depan rumah dan kembali makan bersama.  

Tradisi tersebut tidak lantas hilang sekalipun sang nenek meninggal dunia. Hanya saja, Menteri Keuangan panen prestasi internasional ini lebih sering untuk pulang kampung ke kediaman orang tuanya di Semarang.

Tidak sekedar berkumpul, setiap keluarga yang berkumpul kerap memberikan laporan di sela-sela pertemuan keluarga.

"Ada yang mau menikah, siapa yang mencapai lulus, apakah itu lulus sarjana, SD, SMP. Seneng lah pokoknya," kenang Sri Mulyani sambil menebarkan senyumnya. 

Bagi-bagi THR pun juga membudaya di keluarganya. Semua saudaranya dikumpulkan dan diberikan THR, mulai dari anak yang sudah bersekolah di TK, SD, SMP, bahkan sampai yang sudah mahasiswa pun tetap mendapatkan THR. 

Sementara yang sudah kerja kata dia, boleh memberikan seikhlasnya untuk saudara-saudaranya yang masih sekolah. Momen setahun sekali tersebut juga diisi dengan permainan keluarga dengan topik yang disebut Sri Mulyani hal-hal lucu. 

Namun sayang, perempuan yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia di tahun 2006 oleh Emerging Markets ini harus melewatkan keseruan tersebut. Sebab rencanya lebaran tahun ini ia absen berlebaran ke Semarang. Sri Mulyani terbang ke Amerika Serikat (AS) dan akan merayakan lebaran di negeri paman sam untuk menengok anaknya yang masih menempuh pendidikan. 

Meski begitu, Sri Mulyani sudah menyiapkan baju lebaran khusus untuk anak laki-lakinya tersebut. Sebuah baju koko yang saat ini menjadi tren dikalangan masyarakat. 

"Koko Wakanda, saya harus bawa untuk anak saya yang sekolah di AS. Kan di AS gak ada, jadi keren kalau disana. Keliatan 'wah' kalo wakanda," ujarnya sambil tertawa. 

Sementara bagi Sri Mulyani, tidak ada baju baru yang akan dikenakannya. Ia mengaku hanya menggunakan pakaian yang tersedia. 


Berita Terkait