close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Lahargo Kembaren. BNPB
icon caption
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Lahargo Kembaren. BNPB
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 01 Mei 2020 11:39

Tips menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi

Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak bukan hanya kesehatan fisik tetapi juga jiwa.
swipe

Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa mengatakan pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental dan jiwa seseorang. 

Untuk itu, Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Lahargo Kembaren, memberikan sejumlah tips bagi masyarakat agar tetap dapat menjaga kesehatan jiwa di tengah krisis kesehatan ini.

"Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak bukan hanya kesehatan fisik tetapi juga jiwa, mental dan psikologis. Merasakan cemas, sedih, bingung, dan takut adalah wajar di tengah krisis," katanya dalam video conference, Jumat (5/1).

Dia menyarankan, untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi, yang pertama harus dilakukan adalah dengan tetap melakukan kontak sosial dengan orang terdekat, baik keluarga maupun relasi dengan alat komunikasi.

Selain itu, dengan membatasi informasi dari pemberitaan yang belum teruji kebenarannya. Pasalnya, dengan berbagai informasi yang belum teruji hanya akan membuat kekhawatiran semakin memuncak dan menimbulkan stres.

"Kekhawatiran bisa disebabkan banyaknya informasi. Mengambil jarak akan baik buat kesehatan jiwa," ujarnya.

Selanjutnya, masyarakat perlu menghindari minuman beralkohol dan zat psikotropika di masa pandemi ini. Jika membutuhkan saran penanggulangan stres sebaiknya konsultasikan dengan pakar kesehatan jiwa atau psikolog.

"Kita juga perlu mengatasi berbagai emosi dengan menggunakan berbagai keterampilan, misalnya dengan relaksasi," ucapnya.

Untuk mengetahui kondisi kejiwaan selama di rumah, masyarakat dapat mengakses laman www.pdskji.org untuk pengecekan mandiri. 

"Di swab periksa online ini kita bisa periksa kondisi kejiwaan kita apakah depresi, cemas, dan trauma psikologis. Kita perlu mengetahui kondisi jiwa dan juga anak, dan remaja kita. Selalu lah hadir dengan kesungguhan hati buat anak," ucapnya.

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan