sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tuan dan puan cari cuan dengan cara rawan

Devie memandang, hal ini selaras dengan kesigapan aparat dalam menangkap para crazy rich yang selalu mendemontrasikan kemewahan.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Selasa, 29 Mar 2022 21:36 WIB
Tuan dan puan cari cuan dengan cara rawan

Kehidupan manusia di ruang digital meningkat di masa pandemi. Salah satu "hiburan" yang dicari adalah hal yang bersifat pribadi, khususnya tayangan-tayangan pornografi seperti yang saat ini ramai dengan platform Onlyfans.

Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan, kehadiran platform dari luar menawarkan inovasi-inovasi bagi para pengguna jasa atau penikmat pornografi tersebut. Apalagi mendapatkan penghasilan bagi pengguna platform itu untuk menjajakan dirinya.

"Memang bahaya sekali. Kalau kemudian pornografi dalam konteks aplikasi sebenarnya ini tidak mudah diakses, karena memang sebenarnya ini sifatnya privat," kata Devie saat dihubungi, Selasa (29/3).

Devie menyebut, hal tersebut selaras dengan hukum digital, bahwa tidak ada jejak yang tidak bisa ditinggalkan. Apabila, ada orang yang tidak turut bertransaksi dengan aplikasi kemudian mengabadikan hal tersebut dalam sebuah tangkapan layar dan menyebarkannya. 

Alasan uang, kata Devie, menjadi faktor yang juga tidak bisa dipungkiri terlebih pandemi menghantam ekonomi seluruh masyarakat dunia. Menurutnya, berbagai peluang yang bisa ditawarkan dan mudah untuk bisa menyamarkan diri lalu "lebih mudah" menghindari gerakan aparat adalah lewat aplikasi digital.

"Memang lewat aplikasi digital ada tawaran-tawaran yang tidak mungkin diberikan ketika praktik itu dilakukan secara offline misalnya," ucap Devie.

Devie melihat ada aspek keamanan dan aspek kesehatan yang jauh lebih baik ketika menggunakan aplikasi ini dan tetap mampu mendatangkan uang dengan cara fleksibel. Sebab, setiap orang bisa menentukan sendiri waktu untuk melakukannya dan bagaimana caranya.

"Lagi-lagi kita bebas dari unsur stigma lalu kemudian terbebas dari upaya kekerasan kalau misalnya itu dilakukan dengan cara offline," tutur Devie.

Sponsored

Devie memandang, hal ini selaras dengan kesigapan aparat dalam menangkap para crazy rich yang selalu mendemontrasikan kemewahan. Ada dampak yang muncul yakni, ketika orang termotivasi menjadi orang kaya.

Demonstrasi kehidupan mewah oleh orang-orang yang ternyata adalah penipu itu bisa mendorong orang-orang melakukan hal-hal mencapai hal tersebut dengan cara-cara yang tidak tepat. 

"Ketika dia tidak mampu menggunakan jalan-jalan yang halal dan benar maka mereka berpeluang mengikuti cara-cara pornografi, narkoba dan sebagainya jadi ini benang merah yang tidak bisa dipisahkan karena obesesi untuk bisa kaya," jelas Devie.

Devie berharap, aparat segera bisa memberikan contoh dan mengingatkan publik bahwa hal-hal ini tidak baik dan tidak akan lolos dari jerat hukum. Terlebih, banyak suguhan alternatif bagi semua orang untuk bisa mencapai sesuatu dengan lebih cepat.

Ia juga menegaskan pendidikan pelajaran moral termasuk penegakkan hukum perlu diterapkan, meskipun emosi manusia dan hasratnya dianggap susah dikendalikan.

"Tetapi DNA dasar kemanusiaan kita. Siapa pun orang punya sebenarnya keinginan atau hasrat untuk mendapatkan kenikmatan dengan cara yang sangat mudah," tandas Devie.

Berita Lainnya