sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

10 bisnis kematian yang tak pernah mati

Bisnis kematian bagai dua sisi mata uang, memberi pelayanan sekaligus mencari untung.

Syah Deva Ammurabi
Syah Deva Ammurabi Jumat, 28 Feb 2020 07:07 WIB
10 bisnis kematian yang tak pernah mati
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Kematian selalu menjadi momen yang memilukan bagi keluarga, teman, dan rekan yang ditinggalkan. Baik karena sakit, pembunuhan, maupun kecelakaan, kedatangan malaikat maut selalu menjadi momok bagi semua orang. Sampai saat ini belum ada satupun obat yang membuat peminumnya hidup abadi.

Sebagai makhluk yang beradab, kematian manusia tidak terlepas dari tradisi dan ritual yang menyertainya. Untuk menjalani segala prosesi tersebut, pihak yang berduka rela melakukan apa saja agar mendiang mendapat ketenangan di akhirat, termasuk menyisihkan harta bendanya.

Bagi orang yang jeli, kematian juga bisa ditangkap sebagai peluang untuk meraup untung. Saat orang berduka, mereka rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah bagi anggota keluarga tersayang untuk terakhir kalinya.

Berikut 10 peluang bisnis kematian:

1. Kain kafan
Kain kafan adalah kain yang khusus digunakan untuk membungkus jenazah. Bagi umat Islam, penggunaan kain kafan berwarna putih merupakan anjuran dari Nabi Muhammad SAW. 

2. Peti jenazah
Peti kerap digunakan untuk mengangkut jenazah dari satu tempat ke tempat lainnya. Beberapa agama seperti Kristen, Yahudi, dan Buddha menggunakan peti dalam upacara penguburannya.
 
3. Kargo jenazah
Jenazah harus diangkut ke rumah duka, pemakaman, atau krematorium untuk mendapat tempat peristirahatan yang layak. Jasa kargo jenazah berperan dalam pengangkutan jenazah secara layak. 

4. Rumah duka
Rumah duka berperan sebagai tempat persemayaman jenazah sebelum dilakukan prosesi pemakaman atau kremasi. Keluarga seringkali menyewa rumah duka untuk melakukan serangkaian ritual untuk mengiringi kepergian sang almarhum. 

5. Pemakaman
Dahulu, area pemakaman didirikan di atas tanah wakaf, pusaka, maupun pribadi semata. Semenjak Grup Lippo membuka area pemakaman San Diego Hills pada 2007, pelaku usaha berlomba-lomba membuka area pemakaman yang bersifat komersial, mulai dari harga jutaan hingga miliaran rupiah per petaknya.

Sponsored

6. Krematorium
Sejumlah kepercayaan melakukan prosesi pembakaran jenazah menjadi abu (kremasi) dalam ritual kematiannya. Jasa krematorium memfasilitasi proses tersebut. 

7. Batu nisan
Batu nisan biasa digunakan sebagai penanda makam. Jenis batu yang digunakan bervariasi mulai dari batu kali, batu cor, granit, hingga marmer. 

8. Perias jenazah
Beberapa kepercayaan memiliki tradisi merias jenazah. Harapannya, jenazah yang dirias akan tampil elok di hadapan Yang Maha Kuasa. Tak hanya dirias, jenazah juga dipakaikan pakaian terbaik mereka.

9. Bunga
Pelayat dan peziarah kerap kali menaburkan bunga di makam sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang yang telah wafat.

10. Buku doa/buku yasin
Doa kerap kali dipanjatkan dalam ritual kematian sebagai wujud pengharapan agar sang jenazah diberi ketenangan dan kemuliaan di akhirat. 

Infografik meraup cuan dari bisnis kematian. Alinea.id/Oky Diaz Fajar

Berita Lainnya