logo alinea.id logo alinea.id

4 tantangan ekonomi bagi presiden terpilih

Salah satu tantangan ekonomi yang harus dihadapi adalah stabilitas makro ekonomi jangka pendek.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 24 Apr 2019 11:47 WIB
4 tantangan ekonomi bagi presiden terpilih

Menurut Bhima, ada beberapa tantangan ekonomi yang harus dihadapi presiden dan wakil presiden terpilih. Pertama, stabilitas makro ekonomi jangka pendek. Bhima menyarankan, siapa pun pemimpinnya nanti, setahun pertama untuk membereskan defisit neraca transaksi berjalan terlebih dahulu.

Pada 2018, defisit neraca transaksi berjalan merupakan yang terburuk. Bank Indonesia melaporkan, defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2018 sebesar US$8,8 miliar (3,37% produk domestik bruto/PDB), lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan sebelumnya, yakni US$8,0 miliar (3,02% PDB).

Akan tetapi, secara kumulatif, defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III 2018 tercatat 2,86% PDB. Sehingga masih berada dalam batas aman.

“Nilai tukar rupiah memang menguat, tapi penguatannya bagi-bagi bunga 8% untuk surat utang, jadi itu yang membuat kita dibanjiri dana asing. Tapi secara fundamental sebenarnya kita mengalami defisit transaksi berjalan yang buruk, sehingga volatilitas (kecenderungan mudah berubah) nilai tukar rupiah ini setahun ke depan sangat mungkin terjadi,” tutur Bhima.

Sponsored

Beberapa tantangan ekonomi menanti presiden terpilih.