logo alinea.id logo alinea.id

BPJS Kesehatan dan segala problemnya

Masalah defisit arus kas, akreditasi, hingga pelayanan rumah sakit yang bekerja sama menjadi benang kusut pengelolaan BPJS Kesehatan.

Soraya Novika | Nanda Aria Putra Kamis, 10 Jan 2019 20:02 WIB
BPJS Kesehatan dan segala problemnya

Awal 2019 beredar kabar, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memutus kerja sama ratusan rumah sakit di Indonesia, lantaran tak memenuhi standar akreditasi. 

Standar akreditasi sendiri tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2017 tentang Akreditasi, serta Peraturan Menteri Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Pada 7 Januari 2019, digelar konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, terkait kabar pemutusan kerja sama BPJS Kesehatan terhadap sejumlah rumah sakit, dengan alasan tak memenuhi akreditasi.

Dalam konferensi pers itu, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek menjelaskan, akreditasi tak hanya melindungi pasien.

Sponsored

Nila mengatakan, sesungguhnya proses akreditasi sudah berlaku sejak 2014, dan ketentuan diperpanjang hingga 1 Januari 2019. Namun, hingga batas pemenuhan syarat itu jatuh tempo, masih banyak pihak rumah sakit yang belum mengantongi akreditasi. Saat itulah pemutusan kerja sama dilakukan.