sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dibalik kenaikan harga minyak goreng

Kenaikan harga minyak sawit picu harga minyak goreng melambung.

Qonita Azzahra
Qonita Azzahra Minggu, 05 Des 2021 14:05 WIB
Dibalik kenaikan harga minyak goreng

Kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil/CPO disebut-sebut lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berdampak nyata pada harga minyak goreng di tanah air. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional, harga minyak goreng baik jenis curah maupun bermerek kompak melonjak sejak Agustus tahun lalu. 

Bahkan empat bulan terakhir, lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas ini. Terbukti pada Kamis, 2 Desember kemarin, harga minyak goreng curah berada di level Rp17.550 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek bermerek 1 Rp19.400 dan minyak goreng bermerek 2 sebesar Rp18.950. 

Sedangkan di pasaran, harga minyak goreng curah di hari yang sama adalah senilai Rp17.400 per liter. Naik 10,13% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan harga minyak goreng kemasan sederhana naik 11,18% menjadi Rp17.900 per liter dan minyak goreng kemasan premium melonjak 9,71% dari November menjadi Rp19.200 per liter.

Harga-harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 komoditas pangan ini dipatok sebesar Rp11.000 per liter.

Sponsored

Alinea.id mengulas kenaikan harga minyak goreng di tanah air yang notabene produsen minyak sawit terbesar dunia disini. 

Ilustrasi Alinea.id/Firgie Saputra.

Berita Lainnya