sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Digitalisasi warung kelontong

Peran warung online semakin signifikan saat pandemi Covid-19.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Kamis, 19 Nov 2020 10:07 WIB
Digitalisasi warung kelontong

Setelah pandemi Covid-19, peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perdagangan melalui warung kelontong semakin signifikan. Lokasinya yang dekat dari rumah sejalan dengan anjuran pembatasan sosial untuk menghindari penularan. 

Di sisi lain, platform digital semakin digandrungi oleh masyarakat karena berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DBS Indonesia pada September silam, 21% responden memilih aplikasi daring sebagai pilihan utama berbelanja, naik dari 3% ketika sebelum pandemi. 

Digitalisasi menjadi kunci sukses bagi para pelaku ritel di era normal baru pascapandemi, termasuk pelaku warung dan toko kelontong. Di lain pihak, Kemenkop UKM mencatat baru sekitar 13% pelaku UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital. Melihat fenomena tersebut, Tokopedia meluncurkan platform Mitra Tokopedia sejak November 2018 lalu. 

Head of New Retail Tokopedia Doni Nathaniel Pramana mengatakan platform tersebut merupakan bagian dari misi perusahaannya untuk mendorong pemerataan ekonomi digital dengan menjembatani dunia ritel daring (online) dengan dunia ritel luring (offline). Pihaknya berharap aplikasi tersebut dapat mempermudah semua orang dalam memulai dan mengembangkan usaha mereka. 

Sponsored

Alinea.id mengulas digitalisasi warung kelontong dalam aplikasi Mitra Tokopedia disini.

Berita Lainnya