sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jalan berbeda perjuangan serikat buruh

Menanggapi Omnibus Law Cipta Kerja, serikat pekerja atau buruh memiliki strategi berbeda.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Jumat, 24 Jul 2020 19:53 WIB
Jalan berbeda perjuangan serikat buruh
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Memasuki masa reses, Rabu (22/7), DPR tetap akan membahas RUU Ciptaker. Terkait hal itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya mengajukan protes. F-PKS, kata dia, juga memberi masukan agar regulasi “sapu jagat” tak dibahas secara kilat.

Mardani menuturkan, rancangan beleid itu terkesan memaksakan kehendak. Sebab, masalah fundamental seperti dibahas terburu-buru, tak melibatkan semua pihak.

“Dengar semua stakeholder, jangan hanya shareholders,” ucapnya saat dihubungi reporter Alinea.id, Rabu (22/7).

Selain itu, Mardani menyarankan agar buruh bersatu menyikapi RUU Ciptaker. Mardani melihat, posisi serikat pekerja atau buruh sekarang ada di dua “kutub”, yakni di dalam dan di luar tim teknis pembahas klaster ketenagakerjaan RUU Ciptaker bentukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Sponsored

Infografik buruh. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Berita Lainnya