sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kisah UMKM kriya sukses mendongkrak omzet kala pandemi

Omzet melejit berkat strategi beriklan dan memahami perubahan pola belanja konsumen.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Senin, 15 Jun 2020 21:49 WIB
Kisah UMKM kriya sukses mendongkrak omzet kala pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Pasangan suami-istri, Faizal Azmi Ardika (27 tahun) dan Ameylia Kurniawati (29 tahun) membangun bisnis kerajinan (kriya) Gulaliku Art and Crafts sejak mereka menjalin kisah asmara jarak jauh pada 2014 silam. Bermula dari hobi yang sama, keduanya menuangkan karya ke dalam berbagai bentuk kriya.

Mereka memutuskan berjualan melalui platform marketplace Tokopedia. Tak dinyana penjualan daring melalui marketplace bercorak hijau daun ini membuahkan hasil cukup lumayan. Bisnis mereka pun akhirnya moncer hingga mendapat omzet minimal Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Artinya, dalam sebulan, pasangan ini bisa meraup omzet minimal Rp30 juta per bulan.

Penghasilan sebesar itu berlangsung hingga setidaknya Februari 2020, sebelum pandemi Covid-19 merebak ke Indonesia. Pada awal adanya Covid-19 di Tanah Air, omzet Gulaliku anjlok drastis. Namun, Faizal mengaku tak tinggal diam dan segera menyusun strategi dengan mencermati perubahan pola konsumsi masyarakat.

Dengan segenap keyakinan, Faizal gencar memasang iklan otomatis di Tokopedia. Dari beriklan itulah, akhirnya ia menemukan satu produk yang rupanya amat laris, yaitu vas bunga. Produk ini ternyata mampu mendongkrak omzet di kala pandemi menjadi Rp2-4 juta per hari. Kalau dihitung bulanan, maka minimal omzet Gulaliku mencapai Rp40 juta.

Sponsored

Simak kisah sepak terjang Gulaliku menghadapi masa pandemi Covid-19 selengkapnya disini.

UMKM kriya mendulang keuntungan berkat strategi pemasaran yang menyesuaikan dengan pola belanja konsumen kala pandemi. Alinea.id/Dwi Setiawan

Berita Lainnya