sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Harta konglomerat Indonesia menguap, apa penyebabnya?

Harga saham terjun bebas bersamaan dengan melemahnya bursa saham Indonesia.

Kartika Runiasari
Kartika Runiasari Jumat, 27 Mar 2020 21:11 WIB
Harta konglomerat Indonesia menguap, apa penyebabnya?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Coronavirus atau dikenal Covid-19 yang telah melanda 199 negara turut menghantam lantai bursa saham di seluruh dunia. Tak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah berkali-kali melemah, indeks bisa sedikit bangkit pada perdagangan Jumat (27/3). 

IHSG menguat 4,76% ke level 4.545. IHSG sempat beranjak dari level 4.000 dan ditutup pada level 3.937,63 pada Selasa (24/3) sore. Di hari yang sama, IHSG sempat turun  ke level 3.911,716 atau terlemah sejak Agustus 2013.

Anjloknya bursa saham Tanah Air ini turut berimbas pada tergerusnya harta kekayaan sejumlah konglomerat. Merosotnya harta sejumlah konglomerat tak lepas dari kejatuhan harga beberapa emiten seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), dan PT Indorama Synthetics Tbk. (INDR) yang dimiliki sejumlah taipan Tanah Air.

Harta crazy rich Indonesia kena imbas coronavirus/Alinea.id/Firgie Saputra

Sponsored

 

 

Berita Lainnya