sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id
Indra  Wardhana

Gerakan mahasiswa di seluruh dunia

Indra Wardhana Rabu, 25 Sep 2019 15:57 WIB

2. Masa Orde Lama

Pengaruh Angkatan 08 dan Angkatan 28 terhadap angkatan berikutnya terus berlanjut, hingga berdirinya Negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Di antaranya kristalisasi nilai perjuangan kemerdekaan yang menjadi dasar dari perjuangan Angkatan 45.

Implementasi nilai itu, dapat dilihat dari peran Angkatan 45 seperti yang tampak dalam Peristiwa Rengasdengklok menjelang 17 Agustus 1945. Peristiwa Rengasdengklok adalah gerakan kelompok bawah tanah yang dipimpin dua tokoh Angkatan 45 yang sangat terkenal, yaitu Chairul Saleh dan Soekarni.

Kristalisasi nilai perjuangan kemerdekaan yang ada pada dirinya, membuat Chairul Saleh, Soekarni dan kawan-kawan harus menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan.

Setelah Republik Indonesia berdiri, sebagian tokoh-tokoh penting Angkatan 08, Angkatan 28 dan Angkatan 45 bergabung ke dalam kekuasaan. Soekarno dan Hatta, misalnya, masuk ke dalam bagian pemerintahan dengan menjadi pucuk pemerintahan. Sementara yang lainnya lagi, seperti Soekarni dan Chairul Saleh memilih berada di luar lingkaran kekuasaan.

Meskipun tidak dipilih melalui Pemilihan Umum (Pemilu), Soekarno pada awal periode kekuasaannya memerintah dengan legitimasi yang sangat kuat. PPKI yang mengangkatnya secara aklamasi menjadi Presiden Republik Indenesia pertama dan kemudian diperkuat oleh Ketetapan MPRS menjadi ‘Presiden Seumur Hidup’ seperti tidak pernah ragu bahwa Soekarno dapat mewujudkan semua cita-cita politik yang ada dalam UUD 1945.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, selama periodesasi kekuasaan Soekarno, yaitu masa Orde Lama (1945-1966) berbagai bentuk penyimpangan dilakukan, hingga memicu ketidakpuasan berbagai pihak termasuk pihak mahasiswa.

Kemunculan gerakan mahasiswa pada 1966 atau yang populer dengan Angkatan 66 adalah sebagai akibat dari penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan yang dinilai menyimpang dari cita-cita dasar yang menjadi tujuan dari perjuangan melawan kolonial, yaitu kemerdekaan untuk kemakmuran rakyat.

Bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno, misalnya dengan membubarkan parlemen dan menetapkan konstitusi di bawah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959. Selain itu, Soekarno juga menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945 lewat semboyan "Kembali ke UUD' 45" setelah membubarkan konstituante yang bertugas untuk menyusun UndangUndang Dasar baru.

Bahkan Soekarno memperkuat kekuasaannya dengan cara memberi posisi penting bagi militer terutama TNI AD dan memadukan tiga unsur paham atau ideologi radikal ke dalam orientasi politiknya, yaitu: Nasionalisme, Agama dan Komunisme (Nasakom).

 

Berita Lainnya