sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AJI: 28 jurnalis alami kekerasan liput demo penolakan UU Cipta Kerja

Kekerasan tersebut paling banyak dialami pewarta di Jakarta, yakni sebanyak delapan kasus.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Sabtu, 10 Okt 2020 12:47 WIB
AJI: 28 jurnalis alami kekerasan liput demo penolakan UU Cipta Kerja
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Aliansi Jurnalis Independen sementara ini mencatat, 28 wartawan mengalami kekerasan dalam meliput unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada 7-8 Oktober 2020. Demikian kata Ketua bidang Advokasi AJI Indonesia Sasmito Madrim.

Kekerasan tersebut paling banyak dialami pewarta di Jakarta, yakni sebanyak delapan kasus, Surabaya enam kasus, Samarinda lima kasus dan Semarang serta Palu masing-masing tiga kasus. Di sisi lain, perilaku tak patut terhadap jurnalis juga terjadi di Bandung dan Tanjung Pinang.

"Kekerasannya itu jenisnya berupa perusakan, perampasan alat atau data hasil liputan itu ada sembilan kasus. Terus kemudian disusul intimidasi oleh aparat ada tujuh kasus, kekerasan fisik dan penahanan masing-masing enam kasus," ujarnya dalam jumpa pers secara daring, Sabtu (10/10.

Dari sisi pelaku, semuanya dilakukan oleh aparat polisi. Menurutnya, hal ini kian menunjukkan Korps Bhayangkara dalam beberapa tahun terakhir selalu mengabaikan kebebasan pers.

"Baik bergonta-ganti kapolri, polisi tetap dalam catatan AJI menjadi pelaku terbanyak kekerasan terhadap jurnalis," jelasnya.

Padahal, tindakan kekerasan oleh polisi terhadap jurnalis tidak boleh dilakukan karena sebagian besar dari pewarta di lapangan sudah menunjukkan kartu pengenal pers. Bahkan, salah satu korban telah menggunakan baju yang bertuliskan "pers".

"Di luar 28 kasus kekerasan terhadap jurnalis, empat kasus kecelakaan kerja, kami juga mencatat ada enam jurnalis pers kampus yang ditangkap dan ditahan di beberapa kota. Itu ada di Surabaya dua kasus, terus kemudian di Bandung ada satu dan di Jakarta ada tiga," urainya.

Enam jurnalis yang ditangkap saat ini sudah dibebaskan pada, Jumat (9/10) malam. Mereka adalah satu jurnalis Merahputih.com, satu dari Radar Depok, dua wartawan Berdikari, dan dua dari NTMC Polri.

Sponsored

Catatan sementara itu berdasarkan data yang dihimpun oleh AJI di 38 kota dan mengacu pada pedoman penanganan kekerasan jurnalis yang sudah disusun oleh Dewan Pers pada 2013.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dalam intimidasi terhadap wartawan di aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis (8/10), personel kepolisian melindungi dirinya sendiri. Namun, hal itu dilakukan anggota kepolisian karena situasi anarkisme peserta aksi demo. 

"Memang kami seharusnya menjunjung dan melindungi wartawan, tetapi karena situasinya chaos dan anarkis anggota juga melindungi dirinya sendiri," kata Argo dalam konferensi pers secara daring, Jumat (9/10).

Argo mengaku, telah ada imbauan mengimbau seluruh jajaran pengamanan demo untuk menghindari kesalahpahaman dengan jurnalis. Ia pun memastikan akan menyelidiki kasus intimidasi itu.

Berita Lainnya