logo alinea.id logo alinea.id

AJI gelar pelatihan mengungkap berita hoaks di kantor Alinea.id

Dalam pelatihan, turut disosialisasikan cara memverifikasi dan menganalisa sebuah informasi yang beredar di media sosial.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 12 Apr 2019 18:50 WIB
AJI gelar pelatihan mengungkap berita hoaks di kantor Alinea.id

Bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan Google News Initiative Training Network di kantor Alinea.id di Jakarta selama dua hari berturut-turut pada Jumat, (11/4) sampai Sabtu, (12/4). 

Pelatihan yang dihadiri sejumlah jurnalis Alinea.id tersebut diharapkan dapat memudahkan kerja jurnalistik dalam menyaring sekaligus menggali sebuah berita atau informasi yang beredar di masyarakat. Dengan demikian, berita bohong atau hoaks dapat dibendung. 

Dalam pelatihan ini, turut disosialisasikan cara memverifikasi dan menganalisa sebuah informasi yang beredar di media sosial. Caranya tentu saja tak mudah, perlu kemampuan dan bantuan alat-alat untuk mengungkap kebenaran informasi tersebut. 

“Menjelang pilpres, produksi hoaks itu luar biasa. Kita berharap dengan adanya Google News Initiative ini jurnalis tidak menjadi agen penyebar informasi palsu,” kata pengajar yang bekerja di salah satu stasiun televisi swasta, Afwan Purwanto.

Sebelum membuat sebuah berita, Afwan mengatakan, seorang jurnalis terlebih dahulu perlu melakukan verifikasi. Tak hanya pada seorang narasumber, tetapi juga isi konten yang ada dalam dokumen tersebut baik berupa video maupun foto.

Lewat bantuan aplikasi, sebuah foto atau video bisa ditelusuri kebenarannya dengan mengungkap lokasi, waktu ataupun orang yang mengunggah informasi tersebut.

“Jadi, apakah betul kredibel orang yang mengunggah informasi itu di media sosial? Kita harus melakukan verifikasinya lewat sejumlah langkah,” ujar Afwan. 

Lebih lanjut, Afwan mengatakan, Google berencana membuat Google News Inisiative agar rekan-rekan jurnalis bisa melakukan verifikasi sumber informasi dari media sosial. Di samping itu, Afwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menyaring informasi yang beredar sebelum membagikannya pada masyarakat lainnya.

Sponsored

"Jadi, pertanyaan paling mudahnya apa gunanya saya sharing informasi itu? Kalau malas menyaring, betulkah infomasi itu? Kalau informasi itu saya sebar gunanya apa sih?" kata Afwan.

Menurutnya, masyarakat bisa juga ikut melakukan cek fakta terhadap sebuah informasi yang ramai beredar di masyarakat. Cara yang paling mudah dengan mengecek kebenaran gambar melalui tools Reverse Google Image.

Terkait menyaring informasi berita, ia menyarankan untuk selalu menimbang-nimbang berita yang simpang siur dengan membandingkan berita di platform lainnya. 

"Kalau berita, lebih baik mencari dengan berita lain, misalnya dapat berita yang belum jelas nih dari media mana, kita cari di situs media lain, betulkah misalnya ada berita banjir, dan media lain turut memberitakan itu pula di saat yang sama," ujar Afwan.