AJI-IJTI-PWI kecam kekerasan jurnalis di Jember

Tubuh jurnalis Oryza dipukul dan diinjak oleh pemain Sindo Dharaka dan salah satu oknum TNI di tepi lapangan, kala meliput lanjutan Liga 3.

AJI-IJTI-PWI kecam kekerasan jurnalis di Jember Ilustrasi jurnalisme./ Pixabay

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember mengecam keras kasus kekerasan yang dialami jurnalis beritajatim.com Oryza Ardiansyah Wirawan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Aksi pengeroyokan dan pemukulan tersebut terjadi saat Oryza melakukan peliputan pertandingan sepak bola lanjutan Liga 3 antara Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Rabu (4/7) sore.

"Kami mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Peristiwa itu menambah panjang daftar tindak kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Jember," kata Ketua AJI Jember Friska Kalia di Jember, Kamis, dilansir Antara.

Aksi kekerasan yang dialami jurnalis tersebut terekam video amatir yang diambil oleh penonton di atas tribun. Dalam video tersebut, Oryza dianiaya oleh pemain Sindo Dharaka dan salah satu oknum TNI yang terlihat memukul dan menginjak tubuh Oryza di tepi lapangan.

Kejadian ini sendiri bermula saat pertandingan usai dengan skor akhir 1-1 , kemudian tiba-tiba pemain Sindo Dharaka mendatangi wasit dan mengerumuninya. Oryza yang saat itu sedang melakukan peliputan spontan mengambil ponselnya untuk mengambil foto dan tiba-tiba oknum TNI mendatanginya serta menegur karena mengambil foto.

Bahkan, saat itu ponsel milik oryza sempat dirampas oleh oknum TNI. Namun, setelah yang bersangkutan mengatakan dirinya adalah wartawan, akhirnya ponsel itu dikembalikan. Tak lama, sejumlah pemain Sindo Dharaka mendatangi Oryza dan melakukan penganiayaan dengan memukul dan menendang, sehingga membuatnya harus harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik.

"AJI Jember mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas tindak kekerasan itu, dan panitia pelaksana pertandingan sepak bola mengevaluasi pengamanan pertandingan, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," tuturnya.

Friska juga mengimbau seluruh jurnalis untuk bekerja secara profesional, patuh pada UU Pers, serta kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Sementara Ketua IJTI Tapal Kuda Syaiful Kusmandani mendesak aparat kepolisian dan Denpom TNI segera turun tangan, untuk mengusut tuntas pelaku yang melakukan kekerasan tersebut. Mereka juga mendorong Dewan Pers dan Komnas HAM membantu pengusutan tindak penganiayaan Oryza.

Oryza sendiri didampingi PWI Jember untuk melaporkan kasus kekerasan tersebut ke Mapolres Jember, agar kasus tersebut diusut tuntas.

"Kami mengutuk keras dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang dialami oleh pengurus PWI Jember, sehingga mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami wartawan beritajatim.com," kata Ketua PWI Jember Sigit Edy Maryanto.

Ia juga mendesak Denpom TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap wartawan Oryza dan meminta kepada PSSI sebagai induk sepak bola nasional menjatuhkan sanksi terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka.


Berita Terkait