sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AJI: Pemberitaan tentang coronavirus jangan buat panik

AJI Jakarta turut menyerukan agar pemerintah wajib memberikan informasi yang akurat, kredibel, dan transparan dalam perkara coronavirus.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 02 Mar 2020 14:54 WIB
AJI: Pemberitaan tentang coronavirus jangan buat panik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta meminta perusahaan media wajib membekali alat kesehatan bagi jurnalis yang meliput coronavirus atau Covid-19. Ihwal ini tidak lepas dari pengumuman Presiden Joko Widodo yang menyebut sudah ada dua orang yang positif virus tersebut di Indonesia.

"Perusahaan media wajib membekali alat kesehatan bagi jurnalis yang meliput perihal Covid-19," kata Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/3).

Media juga harus menjaga kerahasiaan identitas pasien dan keluarga, termasuk alamat tempat tinggal guna menghindari kepanikan massal. Di sisi lain, dia mengingatkan agar menggunakan narasumber yang kompeten perihal pemberitaan kasus Covid-19.

"Pers tidak mengutamakan sensasi dari korban dan keluarga," tambah dia.

Meski demikian, AJI Jakarta turut menyerukan agar pemerintah wajib memberikan informasi yang akurat, kredibel, dan transparan dalam perkara coronavirus.

Sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengumumkan temuan kasus infeksi coronavirus pertama di Indonesia pada Senin (2/3) di Istana Merdeka Jakarta Pusat.

"Minggu lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif corona. Tim dari Indonesia langsung menelusuri orang Jepang ini ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu dengan siapa, ditelusuri dan ketemu," katanya.

"Setelah ditemukan, ternyata orang yang terkena coronavirus ini berhubungan dengan dua orang. Seorang ibu yang umurnya 64 dan putrinya yang berumur 31 tahun, dicek oleh tim kita ternyata pada posisi yang sakit," ia menambahkan.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img