sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kebebasan pers rendah, 60 kekerasan pada wartawan terjadi tiap tahun

"Kalau diambil rata-rata satu bulan, ada lima orang jurnalis mengalami tindak kekerasan.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Jumat, 13 Des 2019 19:14 WIB
Kebebasan pers rendah, 60 kekerasan pada wartawan terjadi tiap tahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 248852
Dirawat 57796
Meninggal 9677
Sembuh 180797

Aliansi Jurnalis Independen atau AJI menyatakan kebebasan pers di Indonesia belum menggembirakan. Menurut Sekretaris Jenderal AJI Revolusi Riza, terjadi 60 kasus kekerasan terhadap wartawan setiap tahun dalam satu dekade terakhir.

"Artinya kalau diambil rata-rata satu bulan, ada lima orang jurnalis mengalami tindak kekerasan, baik itu intimidasi, dipukul, dirampas alat liputannya, atau mungkin dihalang-halangi dalam melakukan proses liputan," ujar Riza di Jakarta, Jumat (13/12).

Menurutnya, AJI masih terus menghimpun jumlah kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi sepanjang tahun ini. Hingga Oktober 2019, pihaknya mencatat sudah ada 43 kasus kekerasan terhadap pewarta.

Kekerasan paling dominan terjadi saat wartawan meliput aksi demontrasi dengan jumlah massa yang banyak, seperti unjuk rasa 21-22 Mei di depan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jakarta Pusat.

"Saat demo 21-22 Mei di Bawaslu, itu ada 20 orang jurnalis yang mengalami tindak kekerasan dalam dua hari itu," ucap dia.

Kekerasan juga terjadi saat wartawan meliput aksi unjuk rasa menolak regulasi kontroversial, seperti Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), revisi UU KPK, dan beleid lainnya pada 23-30 September. Menurut Riza, ada 14 jurnalis yang mengalami kekerasan saat meliput peristiwa tersebut.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, pelaku tindak kekerasan tersebut justru didominasi oleh aparat keamanan. Padahal mereka seharusnya memberi perlindungan kepada jurnalis yang menjalankan tugas sesuai undang-undang.

"Itu yang kita harus sama-sama mengingatkan, bagaimana otoritas keamanan sebagai pihak yang seharusnya turut melindungi para jurnalis dari tindakan kekerasan," kata dia. 

Sponsored
Berita Lainnya