Media / Pelecehan Seksual

Anggota DPRD kader Gerindra lecehkan 2 wartawan saat hendak wawancara

Arifin Dg Palallo, mengatakan dirinya tidak berniat melakukan pelecehan seksual karena sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Anggota DPRD kader Gerindra lecehkan 2 wartawan saat hendak wawancara
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Pixabay

Arifin Dg Palalo, kader Partai Partai Gerindra yang juga Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan melecehkan dua wartawati berinisial NR (31) dan FR (28). 

Atas pelecehan tersebut, kedua korban melaporkan Arifin ke Polres Parigi Moutong. Laporan itu diterima pihak kepolisian, Rabu (14/11) dengan nomor : LP B/145/XI/2018/Sulteng/Res Parimo.

Berdasarkan pengakuan korban NR, kejadian pelecehan itu dilakukan Arifin di Asrama Diklat Parigi Moutong yang saat ini difungsikan sebagai ruangan Komisi IV DPRD Parimo pada Selasa, (13/11). Dalam laporan itu, Arifin Dg. Palalo melakukan tindakan yang dianggap tidak senonoh saat akan diwawancara.

“Saat itu kita datang ke Komisi IV untuk menanyakan terkait anggaran tanggap darurat untuk sekolah yang roboh, karena merupakan bagian komisi tersebut di bidang pendidikan," kata NR.

Dia menjelaskan, ketika akan memasuki ruangan Komisi IV dan menuju tempat legislator Ismal Panti, dirinya berpapasan dengan Arifin yang akan keluar dari ruangan. Ruangan itu terbilang kecil berukuran kurang lebih 3x3 meter.

Tanpa diduga seketika Arifin meraba bagian belakang tubuh NR yang dalam posisi membelakanginya. Tak hanya itu, Arifin juga menarik tali pakaian dalam yang dikenakan korban. Arifin bisa melakukan hal semacam itu dengan memanfaatkan keadaan ruangan yang sempit.

"Karena saya merasakan hal itu, saya bilang ke Arifin jangan begitu, bukan muhrim," kata NR.

Sementara itu, korban lainnya FR mengatakan hal yang sama. Arifin Dg Palalo yang merupakankader Partai Gerindra melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya di tempat dan hari yang sama. Hanya, kata FR, perbuatan yang dilakukan Arifin kepadanya lebih tidak sopan lagi. Sebab Arifin sempat berkata akan melucuti pakaian dalam miliknya.

FR kemudian menyampaikan kepada Arifin, seharusnya Arifin tidak melakukan hal itu. Kepada Arifin, FR mengatakan akan melaporkan tindakan itu ke polisi. Menurut FR, Arifin seakan menantang dan meminta dirinya untuk dilaporkan saja, karena menurutnya tidak ada yang berani menangkapnya. Bahkan, ucapannya juga disampaikan di depan dua wartawan lain yang sempat berada di Asrama Diklat itu.

Ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Arifin Dg Palallo, mengatakan dirinya tidak berniat melakukan pelecehan seksual tersebut, karena sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Dia pun membantah atas adanya bahasa yang menurut korban akan melucuti pakaian dalam milik FR.

Menurut Arifin, pernyataan tersebut tidak pernah dikeluarkannya, karena hampir setiap kali dirinya bertemu dengan kedua korban selalu bercanda layaknya saudara sendiri.

"Sekali lagi saya katakan, saya tidak ada niat mau melecehkan keduanya," ujar Arifin.

Ia juga meminta maaf atas dugaan pelecehan yang dilakukannya, sebab tidak sedikitpun melintas dipikirannya untuk melakukan tindakan pelecehan itu.


Berita Terkait

Kolom

Infografis