sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNPT ajak Dewan Pers kolaborasi dalam diseminasi tolak propaganda terorisme

Kolaborasi ini merupakan sebuah upaya BNPT dalam menanggulangi ideologi terorisme dengan menerapkan konsep pentahelix.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Senin, 21 Mar 2022 20:08 WIB
BNPT ajak Dewan Pers kolaborasi dalam diseminasi tolak propaganda terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dewan Pers. Penandatanganan tersebut merupakan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dari kerjasama yang dilakukan sebelumnya.

Penandatanganan MoU BNPT-Dewan Pers itu digelarkan di JW Marriot Hotel Jakarta, Rabu (16/3). Mewakili BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, bersama Muhammad Nuh selaku Ketua Dewan Pers telah membubuhkan tanda tangan mereka.

Kolaborasi ini merupakan sebuah upaya BNPT dalam menanggulangi ideologi terorisme dengan menerapkan konsep pentahelix, di mana dibutuhkan kerja sama dari multipihak, salah satunya dengan media massa. Kerja sama ini juga dilakukan guna memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih bijak dalam mengelola informasi yang diterima.

Komjen Boy berharap, kerja sama dengan Dewan Pers dapat menjadi penting dalam memperkuat daya tangkal pada upaya pencegahan kejahatan terorisme.

"Kerja sama ini, kita bisa tentunya bermitra, berkolaborasi dengan Dewan Pers di dalam memberikan sebuah informasi, perkembangan-perkembangan, terkait dengan masalah kejahatan terorisme dan upaya antisipasi, pencegahan-pencegahan yang perlu kita lakukan bersama masyarakat," kata Boy.

Ketua Dewan Pers mengatakan, kerja sama dengan BNPT merupakan hal yang penting, terutama dalam menyebarkan informasi untuk bisa diterima oleh publik.

"Atas realisasi MoU hari ini antara BNPT dengan Dewan Pers, di sinilah pentingnya kerja sama ini, yaitu untuk menyebarkan informasi tadi itu yang disampaikan Pak Kepala BNPT, untuk bisa diterima oleh publik sekaligus. Apa yang disampaikan dan apa tugas dari BNPT itu, kalau dari sisi agama, mencegah mafasiq, mencegah kemudaratan, itu harus didahulukan dibandingkan dengan mendatangkan kemanfaatan," kata Nuh.

Komjen Boy mengakui posisi strategis pers. Dia mengharapkan terbangunnya wacana melawan radikalisme dan terorisme.

Sponsored

"Posisi pers itu sangat strategis. Kita berharap nanti akan menjadi sarana yang bagus bagi kita bersama-sama, membangun narasi-narasi yang tentu bernuansa kontra terhadap radikalisasi, kontra terhadap narasi-narasi yang mengarah kepada penyebarluasan paham ideologi terorisme," tambah Boy.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers menyadari peranan BNPT dalam menanggulangi teror di antara publik, yang itu tentu akan dapat diedukasi oleh pers sejak lebih dini.

"BNPT ini sebenarnya mencegah terhadap adanya kebencanaan yang dilakukan oleh para teroris, para radikalis, demikian dan seterusnya. Oleh karena itu, pers melalui kemampuan dan peranannya, satu sumber bisa untuk semua, yaitu edukasi publiknya segera bisa kita dapatkan," imbuh Nuh.

Selain BNPT dan Dewan Pers, penandatanganan MoU juga dilakukan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak seperti disiarkan Humas BNPT.

Berita Lainnya