sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dewan Pers harap vaksinasi wartawan berlanjut

Wartawan, menurut Dewan Pers, berisiko terpapar Covid-19 dan pekerjaan yang diembannya tergolong setara dengan nakes.

Nafis Arsaputra
Nafis Arsaputra Selasa, 09 Feb 2021 18:31 WIB
Dewan Pers harap vaksinasi wartawan berlanjut

Dewan Pers mengapresiasi langkah pemerintah yang menyiapkan 5.000 dosis vaksin Covid-19 bagi jurnalis. Namun, diharapkan ada tahap-tahap berikutnya mengingat wartawan rentan terpapar dan jumlahnya lebih banyak daripada alokasi yang telah disediakan.

"Kita berterima kasih sekali pada pemerintah sudah mau berkomitmen dengan memberikan vaksin bagi wartawan, tetapi kita berharap masih ada tahap-tahap berikutnya," ujar Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, Agus Sudibyo, dalam telekonferensi, Selasa (9/2).

"Kita berharap, 5000 vaksin ini menjadi vaksin tahap pertama karena jumlah wartawan dan jumlah pekerja media itu lebih besar dari jumlah vaksin yang disediakan,” sambung dia.

Menurutnya, pemberian vaksin tersebut bukan semata-mata untuk mengistimewakan pekerja media. Namun, pekerjaan yang diemban wartawan tergolong setara dengan tenaga kesehatan (nakes).

“Sekarang ini, pekerjaan wartawan bisa dikatakan sama dengan dokter, tidak mengenal kata berhenti. Meski dalam kondisi krisis seperti ini, proses diseminasi informasi dan pemberitaan harus tetap jalan. Mau situasinya krisis atau normal, diseminasi informasi harus tetap jalan,” tuturnya.

Agus pun berharap keluarga pekerja media juga menjadi prioritas penerima vaksin mengingat mereka juga berisiko terpapar dari anggota keluarganya yang menjadi wartawan.

Di sisi lain, Dewan Pers mendorong perusahaan media memberikan fasilitas dan perlindungan yang memadai demi keselamatan wartawan dari yang bekerja di lapangan, kantor, hingga dari rumah.

"Perusahaan harus meng-cover fasilitas pengobatan dan juga harus memberikan perlindungan apabila ada karyawannya yang terpapar virus Covid-19. Harus dibantu segala proses pengobatannya," pungkas Agus.

Sponsored
Berita Lainnya