Dewan Pers minta mahasiswa hindari berita hoaks

Mahasiswa perlu diberi pengetahuan berita hoax karena merupakan pengguna media sosial yang cukup aktif.

Dewan Pers minta mahasiswa hindari berita hoaks Ilustrasi berita hoaks./Pixabay

Dewan Pers meminta mahasiswa untuk menghindari berita hoaks dan isu SARA yang marak beredar di media sosial. Imbauan Ketua Dewan Pers RI Yosep Adi Prasetyo, disampaikan karena mahasiswa merupakan pengguna media sosial yang cukup aktif.

Apalagi di tahun politik seperti saat ini, berita hoaks dan isu SARA kerap muncul dengan jumlah dan intensitas yang tinggi. 

"Maka dari itu harus diberikan pengetahuan, mana yang berita hoaks dan berita faktual," kata Yosep saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Unkhair Ternate, Maluku Utara (Malut), Jumat (7/9).

Dia menjelaskan, media mainstream harus memberikan informasi faktual agar masyarakat tidak terjebak pada berita hoaks. Para jurnalis pun memiliki kode etik untuk menyampaikan berita dengan sumber yang jelas.

Dewan Pers memiliki cara untuk mengukur profesinalisme wartawan, melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Di dalamnya pun terdapat ujian kemampuan menyajikan berita faktual, guna menangkal berita hoaks.

Hanya saja di Maluku Utara, kata Yosep, belum semua wartawan mengikuti uji kompetensi ini. Karenanya Dewan Pers berencana untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Di Maluku Utara belum semua wartawan telah mengikuti UKW, maka di tahun akan datang kami akan membuka UKW di Malut," ujarnya.

Ant


Berita Terkait