sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gaji minimum jurnalis Jakarta Rp8,793 juta per bulan

Nilai ini, menurut AJI, untuk pekerja lajang dan baru bekerja.

Muhammad Jehan Nurhakim
Muhammad Jehan Nurhakim Senin, 27 Jan 2020 06:31 WIB
Gaji minimum jurnalis Jakarta Rp8,793 juta per bulan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai, wartawan di DKI Jakarta seharusnya menerima upah layak sebesar Rp8,793 juta per bulan pada 2020. Angka itu naik sekitar Rp300 ribu dibandingkan standar tahun lalu.

Sekretaris AJI Jakarta, Afwan Purwanto Muin, menyatakan, nilai tersebut sudah termasuk komponen kebutuhan kerja dan hidup. "(Upah minimum itu) untuk pekerja lajang dan baru bekerja," ucapnya di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Jakarta, Minggu (26/1).

Nahas. Banyak perusahaan media yang menggaji wartawannya di bawah perhitungan AJI tersebut. Dus, sukar mengharapkan para jurnalis bekerja profesional.

"Ironi lainnya, jurnalis berani memberitakan lain. Sementara terkait dengan (tempat kerjanya) dan yang lain, tidak berani diekspolitasi di media masing-masing," tuturnya.

Sponsored

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika. Dia berpandangan, standar upah yang dirilis AJI sepatutnya menjadi perhatian perusahaan-perusahan media. Pun transparan tentang laporan keuangan kepada para pekerjanya.

Dirinya juga mendorong pekerja wartawan tak gentar mendirikan serikat pekerja. Agar posisinya kuat. Perusahaan pers dilarang menghalang-halanginya.

"Sesuai undang-undang, serikat yang berhak satu meja dengan manajemen. Berapa upah selayaknya diberikan," katanya.

Berita Lainnya