logo alinea.id logo alinea.id

Habib Rizieq cover perdana Tabloid Obor Rakyat Reborn

Tabloid Obor Rakyat Reborn akan secara resmi diluncurkan Jumat (8/3) malam ini di Gedung Joang Jakarta Pusat.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 08 Mar 2019 01:10 WIB
Habib Rizieq cover perdana Tabloid Obor Rakyat Reborn

Tabloid Obor Rakyat Reborn akan secara resmi diluncurkan Jumat (8/3) malam ini di Gedung Joang Jakarta Pusat. Hal itu disampaikan oleh Setiyardi Budiono melalui media sosial Facebook miliknya dan saluran Youtube Obor Rakyat.

Obor Rakyat Reborn yang akan diluncurkan itu memperlihatkan gambar Habib Rizieq Shihab sebagai sampul (cover) dengan judul Rezim Zalim Harus Tumbang. Menurut Setiyardi dalam channel Youtube Obor Rakyat, tabloid tersebut tidak mengandung unsur kebohongan di dalamnya.

"Kalau saudara-saudara lihat dalam edisi kali ini, Obor Rakyat Reborn, sejak halaman awal sampai akhir sama sekali tidak ada hoaks, tidak ada kebohongan. Semua berdasarkan wawancara di lapangan, wawancara dengan narasumber atau riset-riset yang divalidasi kebenarannya. Jadi Insha Allah tidak ada hal-hal yang patut dianggap kebohongan," ujarnya seperti dikutip Alinea.id pada Kamis (7/3).

Ia pun membeberkan sebelum meluncurkan, redaksi Obor Rakyat Reborn telah melakukan pertemuan dengan Perwira Tinggi Mabes Polri, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Dirjenpas untuk menjelaskan rencana peluncuran tersebut. Ia juga memastikan segala administrasi Obor Rakyat telah diselesaikan secara tuntas.

Sayangnya, launching yang rencananya akan digelar pada pukul 19.00 WIB itu tidak akan dihadiri oleh Setiyardi dikarenakan pendiri Obor Rakyat itu telah kembali menghuni Lapas Cipinang. Setiyardi terpaksa harus lebih awal kembali ke lapas karena ada pihak-pihak yang merasa dirinya meresahkan.

"Saya tak bisa hadir di acara Obor Rakyat Reborn!, hari ini saya kembali masuk LP Cipinang. Pemerintah membatalkan cuti bersyarat saya, dalam surat yang diberikan saya dianggap meresahkan," tuturnya di akun Facebooknya.

Setiyardi berharap Obor Rakyat Reborn dapat dinikmati oleh masyarakat. Ia juga menyebutkan tim redaksi akan terus bekerja menerangi akal sehat masyarakat melalui karya. 

Sebagai informasi, Setyardi membagikan undangan peluncuran Tabloid Obor Rakyat Reborn. Peluncuran dilakukan di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/3) pukul 19.00-22.00 WIB.

Sponsored

Penjara

Pemimpin redaksi dan redaktur pelaksana tabloid Obor Rakyat yang sempat ramai sebelum Pilpres 2014, diringkus di kawasan Gambir dan Tebet, Jakarta, pada Mei 2018.

Tim Intelijen Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat mengamankan Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Darmawan Sepriyosa.

Selanjutnya, kedua terpidana dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang untuk menjalani hukuman. Setyardi dan Darmawan dijatuhi pidana delapan bulan penjara oleh Mahkamah Agung karena terbukti melakukan penistaan dengan tulisan terhadap Joko Widodo atau Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Pada pertengahan 2014, Setiyardi selaku pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat dan redakturnya, Darmawan dilaporkan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat

Keduanya kemudian dihadapkan ke muka persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan melanggar Pasal 310 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Belum lama ini, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy pernah blak-blakkan soal redaksi Obor Rakyat. Saat itu, pria yang akrab disapa Romy tersebut menjabat sebagai Sekjen PPP sekaligus Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Saat itu, PPP masuk dalam Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta.

"Di antara pemikiran provokatif yang muncul pada saat itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang tionghoa yang bernama Oey Hong Liong, dan dia adalah aktivis PKI. Itu dibuat, dibukukan, dibakukan ke dalam satu tabloid yang bernama Obor Rakyat," tuturnya.