sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kepentingan pemilik media jadi belenggu karya wartawan

Sekitar 92,6% sumber hoaks ada di media sosial. Di saat bersamaan, wartawan justru terbelenggu kepentingan pemilik media.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Jumat, 09 Feb 2018 10:57 WIB
Kepentingan pemilik media jadi belenggu karya wartawan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti memaparkan sekitar 92,6% sumber hoaks berasal dari media sosial (medsos). Dia menilai, kebebasan pers di medsos dimanfaatkan orang untuk tujuan-tujuan tertentu dan terkesan tanpa aturan.

Sedangkan setiap orang, kini terkoneksi dengan gadget atau media sosial hampir sembilan jam dalam sehari. "Pekerjaan pokoknya melihat gadget, yang lainnya adalah sampingan," jelas Rosarita seperti dikutip dari Antara, Jumat (9/2).

Ironisnya, minat baca di Indonesia sangat rendah dan menduduki ranking 60 dari 61 negara. Rosarita menambakan, setiap orang Indonesia hanya membaca 27 lembar buku pertahun. Jika dirata-rata, per bulan hanya sekitar dua lembar buku yang dibuka tiap orang di bumi pertiwi.

"Sehingga dapat dipertanyakan informasi seperti apa yang tersebar dan beredar di media sosial itu," jelasnya.

Sementara kepentingan pemilik media menjadi hambatan bagi wartawan dalam mengekspresikan profesonalismenya. Apalagi, pemilik yang terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu, juga menambah tekanan bagi kebebasan profesi jurnalis.

"Tidak ada pilihan bagi seorang wartawan untuk mempertahankan eksistensi diri kecuali memiliki profesionalisme yang mumpuni," kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo pada forum Konvensi Media Nasional serangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Padang 2018.

 

 

Dilansir dari Antara, saat ini profesi kewartawanan juga dihadapkan dengan percepatan pertumbuhan media. Yosep memperkirakan jumlah media cetak, televisi, radio dan daring sudah menyentuh angka 47.000. Akibatnya, pertumbuhan media berdampak pada saling tekan antarmedia.

Sponsored

Karena itu, Dewan Pers mengingatkan, tugas kewartawanan adalah memenuhi harapan publik untuk mencerdaskan bangsa.

"Intelektual wartawan yang baik menjadi jaminan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang mengandung nilai-nilai kejujuran," tandasnya.

Berita Lainnya