sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indeks kemerdekaan pers RI naik karena negara lain memburuk

Dalam 11 tahun terakhir, berdasarkan data AJI, kekerasan tertinggi terhadap jurnalis terjadi pada 2020.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 31 Okt 2021 17:23 WIB
Indeks kemerdekaan pers RI naik karena negara lain memburuk

Indeks kemerdekaan pers Indonesia dalam skala global yang naik enam peringkat menjadi 113 pada 2021. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan, capaian itu bukan karena perbaikan lantaran masih banyak kekerasan terhadap wartawan.

Ketua Umum AJI, Sasmito Madrim, kenaikan tersebut terjadi karena indeks kemerdekaan pers secara global sedang memburuk. Penilaian dilakukan Reporters Sans Frontieres (RSF) atau Reporter Without Borders (RWB), lembaga pemantau kebebasan pers dari media di seluruh dunia yang berkedudukan di Prancis.

"Indonesia peringkatnya naik itu, karena negara-negara lain memburuk,” katanya dalam webinar “Paradoks Kebebasan Berpendapat: Pembungkaman hingga Kekerasan terhadap Jurnalis”, Minggu (31/10).

RSF mempergunakan tiga indikator dari sisi politik, kebijakan, dan ekonomi. Jika diamati, terang Sasmito, ketiga ranah tersebut belum sepenuhnya mendorong perbaikan kemerdekaan pers di Indonesia.

Berdasarkan data yang dikumpulkan AJI, justru terdapat peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia sejak 2009 hingga 2020. Data itu terbatas pada kegiatan pemberitaan.

“Ini lagi-lagi saya tekankan, data yang dicatat oleh AJI hanya yang berkaitan dengan pemberitaan. Kalau ada jurnalis yang lagi jalan-jalan, kemudian dipukuli oleh orang dan tidak terkait pemberitaan, tidak dicatat oleh AJI,” tuturnya.

Sasmito melanjutkan, kekerasan tertinggi terhadap jurnalis selama kegiatan pemberitaan terjadi pada 2020 dengan 84 kasus. Sekalipun pandemi, yang membatasi pertemuan tatap muka, jumlahnya justru meningkat.

Karenanya, AJI terus mendorong dialog dengan DPR, terutama Badan Legislasi (Baleg), agar mengawasi kinerja ataupun dugaan-dugaan pidana yang dilakukan terhadap jurnalis di "Tanah Air". Harapannya, ada perbaikan yang dilakukan secara kolaboratif.

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid