logo alinea.id logo alinea.id

Ketua AJI kembali persoalkan pemberian remisi kepada Susrama

Abdul Manan mengaku belum menemukan jawaban yang memuaskan terkait kepantasan I Nyoman Susrama sebagai narapidana penerima remisi.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 08 Feb 2019 16:35 WIB
Ketua AJI kembali persoalkan pemberian remisi kepada Susrama

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan berpendapat, pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama cenderung menggunakan pendekatan legalistik dan prosedural.

Akibatnya, I Nyoman Susrama sebagai narapidana yang sudah menjalani pidana dengan masa tertentu dapat memperoleh remisi. Abdul Manan mengaku belum menemukan jawaban yang memuaskan terkait kepantasan I Nyoman Susrama sebagai narapidana penerima remisi.

"Banyak hal yang membuat kita tidak percaya dengan argumen prosedural yang disampaikan pemerintah," kata Abdul Manan di Jakarta, Jumat (8/2).

Disisi lain, pemerintah tidak terbuka kepada publik mengenai persoalan ini, sehingga banyak pihak bertanya-tanya mengenai alasan sebenarnya dari pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama.

Komisoner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab, juga menilai pemerintah tidak transparan dalam memberikan remisi. "Mengapa I Nyoman Susrama berhak memperoleh remisi, sementara narapidana hukuman seumur hidup lainnya banyak yang tidak memperoleh remisi," tutur dia.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyebutkan usulan revisi atas remisi yang diberikan kepada terpidana seumur hidup I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, masih dalam proses. "Masih dalam proses semuanya, dalam proses di Ditjen juga di Kemenkumham," kata Presiden Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di kawasan Kemayoran Jakarta, Kamis.

Presiden Jokowi mengungkapkan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan revisi remisi kepada terpidana tersebut yang kabarnya akan diumumkan menjelang Hari Pers 2019.

"Nanti kalau sudah masuk kepada saya, akan segera diputuskan," kata Presiden Jokowi. (ant)

Sponsored

 

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB