sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kualitas wartawan nonkonstituen Dewan Pers sulit diklasifikasikan

Dewan Pers tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, harus dibantu oleh konstituen, dalam hal ini adalah organisasi wartawan.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Jumat, 29 Apr 2022 14:14 WIB
 Kualitas wartawan nonkonstituen Dewan Pers sulit diklasifikasikan

Menyoal kualitas wartawan. Awak media juga berorganisasi, sudah diizinkan untuk berkumpul, bersatu. Peran Dewan Pers menyangkut asosiasi atau organisasi wartawan ini bagaimanapun sebagai upaya juga dengan kaitan menjaga kemerdekaan pers.

Di satu sisi, Dewan Pers tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, harus dibantu oleh konstituen, dalam hal ini adalah organisasi wartawan atau jurnalis. Sekarang, ada empat yang menjadi konstituen Dewan Pers, yaitu Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Mereka sebagai konstituen, dari Dewan Pers juga diberi fasilitas dalam bentuk pelatihan atau uji kompetensi. Dengan demikian diharapkan, wartawan atau jurnalis yang menjadi anggota organisasi itu lalu meningkat kapasitasnya. Ada juga yang sifatnya langsung, misalnya Dewan Pers membuat workshop di sebuah provinsi. Diutamakan memang anggota organisasi tersebut karena mereka sudah membantu Dewan Pers.

"Bagaimana dengan yang tidak masuk di dalam organisasi? Memang juga beberapa kali upaya pendekatan dilakukan, tapi memang agak sulit. Karena nanti kita tidak bisa mengklasifikasikan level mereka," kata Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun.

Sementara kalau seorang wartawan bergabung di organisasi biasanya mereka diklasifikasikan juga misalnya dalam tingkatan anggota muda, anggota biasa, seperti di PWI. Seorang wartawan menjadi anggota biasa kalau sudah memiliki sertifikat kompetensi minimal di level muda.

Di AJI juga begitu, anggotanya juga terklasifikasi. Dengan demikian, Dewan Pers lebih mudah memberi materi pelatihan karena sudah diketahui kapasitas wartawan pada level tertentu. Sementara untuk yang tidak masuk di dalam organisasi memang sulit diketahui (levelnya).        
Hendry yang terkenal sebagai wartawan senior itu hadir sebagai tamu podcast perdana Dewan Pers dipandu Asep Setiawan. Keduanya membahas tuntas tentang kemerdekaan pers.

Wartawan yang memiliki organisasi lokal misalnya perlu juga meningkatkan atau berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas kewartawanan mereka. Karena itu ada kaitannya juga dengan kemerdekaan pers. Dewan Pers tentu berharap wartawan-wartawan yang jumlahnya banyak itu juga memiliki tanggung jawab. Bagaimana Dewan Pers bersikap terhadap mereka yang tidak termasuk konstituen tadi?

"Dewan Pers itu terbuka. Silakan ikuti syarat-syarat yang ditentukan bersama. Jadi syarat ini dulu ditentukan oleh 20-an lebih organisasi pers," ujar Hendry.

Sponsored

Dijabarkannya, supaya dapat dianggap menjadi konstituen Dewan Pers, syaratnya untuk organisasi wartawan misalnya jumlahnya minimal 500 (anggota), tersebar misalnya di 10 provinsi. Di setiap provinsi ada berapa cabangnya. Tinggal dipenuhi syarat itu, maka setelah diverifikasi Dewan Pers, sebuah organisasi akan menjadi konstituen. Jadi, syaratnya terbuka.

Kalau sekarang ada 11, bisa saja tahun 2022 ini ada yang memenuhi syarat sehingga menjadi 12 konstituen. Khususnya untuk organisasi wartawan, tidak ada pembatasan. Hanya masalah belum memenuhi syarat saja. Jadi Dewan Pers tidak ada upaya menutup diri, justru Dewan Pers senang kalau wartawan berhimpun di sebuah organisasi. Tetapi memang dia betul-betul menjadi wartawan di media yang berbadan hukum khusus pers. Bukan badan hukumnya campuran. 

Berita Lainnya