sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Media terbesar Australia dihukum karena komentar pembacanya di Facebook

Keputusan ini dianggap masuk akal yang sesuai dengan hukum lama tentang masalah publikasi.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Jumat, 10 Sep 2021 23:42 WIB
Media terbesar Australia dihukum karena komentar pembacanya di Facebook

Media berita terbesar Australia yang dimiliki pengusaha Rupert Murdoch bertanggung jawab atas komentar yang diposting pembaca di laman Facebook perusahaan mereka. Itu keputusan yang dikeluarkan, Pengadilan Tinggi Melbourne, Rabu (8/8).

Pengadilan menolak banding terhadap putusan sebelumnya yang mendukung gugatan pencemaran nama baik oleh Dylan Voller, seorang anak muda yang telah menjadi subyek beberapa laporan berita tentang penahanan pemuda.

"Ini adalah keputusan yang masuk akal yang sesuai dengan hukum lama tentang masalah publikasi," kata pengacara Voller, Pengacara Pidana dan Perdata O'Brien, dalam sebuah pernyataan setelah putusan.

Voller mengatakan bahwa setelah cerita yang merujuk padanya diposting di laman Facebook perusahaan berita tersebut, sejumlah pengguna Facebook pihak ketiga membuat komentar memfitnah dan dia menuduh outlet berita itu bertanggung jawab sebagai penerbit.

Voller mengajukan gugatan terhadap penerbit, termasuk Fairfax Media, penerbit surat kabar Sydney Morning Herald, yang dimiliki oleh stasiun penyiaran Nine, dan lainnya.

Setelah pengadilan memenangkan Voller, media mengajukan banding berdasarkan argumen bahwa mereka mengelola laman Facebook di mana pihak ketiga menerbitkan materi mereka sendiri.

Tapi Pengadilan Tinggi menolak banding dan memerintahkan media untuk membayar denda.

"Tindakan (perusahaan media) dalam memfasilitasi, mendorong dan dengan demikian membantu posting komentar oleh pengguna Facebook pihak ketiga menjadikan mereka penerbit komentar tersebut," dalih Hakim Rothman.

Sponsored

Pada saat komentar diterbitkan, Facebook tidak mengizinkan moderator laman untuk mematikan komentar pada posting, namun telah mengubahnya.

Kasus ini sekarang akan kembali ke Mahkamah Agung New South Wales untuk menentukan apakah ada komentar yang mencemarkan nama baik Voller.

Seorang juru bicara Nine mengatakan kecewa dengan hasilnya karena akan memiliki konsekuensi untuk apa yang dapat diposting di media sosial di masa mendatang.

Michael Miller, ketua eksekutif News Corp Australia mengatakan kepada Sydney Morning Herald bahwa keputusan pengadilan itu penting bagi siapa saja yang mengelola laman media sosial publik.

"Mereka dapat bertanggung jawab atas komentar yang diposting oleh orang lain di laman itu bahkan ketika mereka tidak mengetahui komentar tersebut," katanya. (reuters)

Berita Lainnya