sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Persoalan media tahun ini, pensiun dini sampai gaji dicicil

Setidaknya ada dua perusahaan media yang melakukan pensiun dini terhadap karyawan.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 23 Des 2019 17:44 WIB
Persoalan media tahun ini, pensiun dini sampai gaji dicicil

Persoalan jurnalis di 2019 tidak hanya tentang kekerasan yang dialami, melainkan juga berkenaan dengan ketenagakerjaan. Ihwal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Revolusi Riza.

Riza mengatakan sepanjang 2019 setidaknya ada dua perusahaan media yang melakukan pensiun dini terhadap karyawan.

"Harian Kompas, salah satu barometer jurnalis di Tanah Air itu melakukan pensiun dini cukup besar kepada karyawan. Stasiun televisi NET Media juga menawarkan pengunduran diri kepada karyawan," kata Riza sama jumpa pers di kantor AJI, Jakarta, Senin (23/12).

Ia menambahkan, persoalan ketenagakerjaan bukan hanya soal pensiun dini, tetapi ada pula media yang melakukan pembayaran gaji karyawan dengan cara dicicil.

Selain karena pelambatan ekonomi, hal itu terjadi karena ada perubahan kebiasaan generasi. Di mana generasi milenial dan generasi Z cenderung sudah meninggalkan koran.

Terlebih, saat ini ada persaingan yang ketat bukan antarsesama media, sebab saat ini bertebaran e-commerce yang menyediakan konten berita dan agregator berita.

"Artinya persaingan semakin ketat, terjadi kelambatan ekonomi, ini membuat kondisi di beberapa media tidak terlalu beruntung. Sehingga ada beberapa media yang menyesuaikan diri dengan melakukan pemutusan kerja dan menawarkan paket pensiun dini," ujar dia.

Berdasarkan itu, AJI meminta kepada perusahaan media yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) agar tetap mematuhi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Kepastian itu perlu dilakukan agar tidak hanya melakukan PHK, tetapi juga memastikan hak-hak karyawan terpenuhi.

Sponsored

Sebelumnya Ketua Dewan Pers M Nuh, mengatakan perlu pembenahan ekosistem pers di Indonesia guna menjamin keberlangsungan kehidupan media, kualitas redaksi dan jurnalis, kemampuan jurnalis dalam memahami persoalan, dan jaminan keamanan jurnalis saat bertugas.

"Perlu diperhatikan juga mengenai kesejahteraan, bagaimana mau bertugas, kalau tidak sejahtera," ucapnya. (Ant)

Berita Lainnya