logo alinea.id logo alinea.id

Perusahaan masih alergi ada serikat pekerja media

Berdasarkan catatan FSPMI, hanya ada dua konglomerat media punya serikat pekerja, yakni Kompas Gramedia dan Global Mediacom.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 01 Mei 2019 17:30 WIB
Perusahaan masih alergi ada serikat pekerja media

Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) mendorong setiap perusahaan media memiliki serikat pekerja media. Menurut Ketua FSPMI Sasmito Madrim, adanya serikat pekerja media di setiap perusahaan akan menjadikan perusahaan media lebih berintegritas.

Sasmito mengatakan, serikat pekerja media di perusahaan juga akan membantu para jurnalis untuk mendapatkan hak kesejahteraannya. Adanya serikat pekerja media dapat menjadikan posisi jurnalis sejajar dengan pengusaha.

“Fakta yang kita temukan di lapangan, serikat pekerja media yang ada nyatanya dapat menjadi mitra yang baik bagi perusahaan media,” kata Sasmito di tengah aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Hari Buruh Internasional di Jakarta, Rabu (1/5).

Kendati demikian, Sasmito menerangkan, mayoritas perusahaan media masih alergi dengan keberadaan serikat pekerja. Alasannya, citra serikat pekerja di mata perusahaan dapat mengganggu jalannya bisnis mereka.

FSPMI, diakui Sasmito, bahkan sering menemukan indikasi pemeberangusan serikat pekerja di beberapa perusahaan media. Parahnya, kasus ini terkesan tidak dianggap serius oleh Dinas Tenga Kerja.

Keberadaan serikat pekerja, lanjut Sasmito, padahal juga dapat membantu kemajuan bisnis perusahaan. Kemudian, serikat pekerja dipercaya juga akan dapat menjadi penyeimbang, demi menciptakan ekosistem media yang lebih sehat.

“Serikat pekerja bisa jadi pengingat jika perusahaan melakukan kesalahan, mereka juga bisa memberikan masukan untuk kemajuan bisnis media yang lebih baik,” tuturnya.

FSPMI dengan tegas mendorong agar isu ini bisa mendapatkan perhatian lebih oleh Dewan Pers. Sasmito berharap, ke depan perusahaan yang tidak memiliki serikat pekerja tidak diberikan izin atau verifikasi Dewan Pers.

Sponsored

Berdasarkan catatan FSPMI, hanya ada dua konglomerat media punya serikat pekerja, yakni Kompas Gramedia dan Global Mediacom. Padahal, merujuk pada riset terbaru Ross Tapsell yang dituangkan dalam buku Kuasa Media di Indonesia, diketahui terdapat delapan konglomerat media di Indonesia.

Delapan Kelompok media tersebut, antara lain Kompas Gramedia milik Jakoeb Oetama, Jawa Pos milik Dahlan Iskan, Global Mediacom milik Hary Tanoesoedibjo, Visi Media Asia milik Bakrie Group, Media Group milik Surya Paloh, CT Corp milik Chairul Tanjung, EMTEK milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja, dan Berita satu Media Holding milik keluarga Riady.