sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sempat sembunyi, jurnalis Vietnam Dung Le Van ditangkap

Pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan Dung pada akhir Mei karena dicurigai melanggar Pasal 117 KUHP negara itu.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Rabu, 14 Jul 2021 07:27 WIB
  Sempat sembunyi, jurnalis Vietnam Dung Le Van ditangkap

Pada 30 Juni, polisi menangkap Dung Le Van, seorang jurnalis lepas yang menjalankan Chan Hung Nuoc Viet, outlet berbasis Facebook dan YouTube yang meliput politik, masalah sosial, dan dugaan korupsi, menurut sejumlah laporan berita. Dia ditangkap di rumah seorang kerabat di luar Hanoi, kata laporan tersebut.

Pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan Dung pada akhir Mei karena dicurigai melanggar Pasal 117 KUHP negara itu, ketentuan yang melarang “membuat, menyimpan, mendistribusikan, atau menyebarkan” berita atau informasi melawan negara.

Dia telah bersembunyi sejak surat perintah itu dikeluarkan, menurut laporan. Jika didakwa dan dinyatakan bersalah berdasarkan Pasal 117, Dung bisa menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara.

"Otoritas Vietnam harus segera membebaskan jurnalis Dung Le Van, membatalkan semua tuntutan yang tertunda terhadapnya, dan berhenti menggunakan undang-undang anti-negara untuk mengancam jurnalis," kata Shawn Crispin, perwakilan senior Committee to Protect Journalists (CPJ) Asia Tenggara.

"Vietnam harus berhenti memperlakukan wartawan independen seperti penjahat, dan harus memastikan bahwa tidak ada wartawan yang menghabiskan waktu di penjara karena pekerjaan mereka," sambungnya dalam rilis kepada Alinea.id.

Di portal Chan Hung Nuoc Viet, Dung melaporkan dugaan korupsi, sengketa tanah, dan hubungan Vietnam dengan China, menurut laporan berita. Chan Hung Nuoc Viet menerbitkan di beberapa laman Facebook, termasuk satu yang memiliki lebih dari 12.000 pengikut dan akun yang lain telah disunting menjadi tertutup atau dihapus. Dung juga memposting video ke saluran YouTube Lê Dũng Vova Official, yang memiliki 88 pelanggan.

Kantor Berita Vietnam yang dikelola pemerintah menuduh bahwa videonya "mendistorsi dan mencemarkan nama baik pemerintah dan pemimpin daerah." Kementerian Keamanan Publik, yang menurut laporan Kantor Berita Vietnam sedang menangani kasus Dung, tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email dari CPJ.

Secara terpisah, Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam sedang menyusun peraturan baru yang akan mewajibkan pengguna media sosial termasuk jurnalis dengan lebih dari 10.000 pengikut untuk mendaftar dan mendapatkan izin dari pihak berwenang untuk melakukan streaming langsung di platform mereka, menurut laporan berita.

Sponsored

Rancangan keputusan tersebut didasarkan pada Keputusan 72, sebuah ketentuan yang secara luas membatasi penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita, untuk lebih khusus membatasi streaming langsung di platform termasuk Facebook, YouTube, Twitter, dan Instagram, kata laporan.

Pihak berwenang Vietnam harus segera membebaskan jurnalis Dung Le Van dan mencabut tuduhan apapun terhadapnya, kata CPJ.(Sumber: CPJ)

Berita Lainnya